Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Senin, 20 Juli 2026 - 20:54 WIB
loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang Semester I 2026 meski perekonomian global masih dibayangi perlambatan, ketegangan geopolitik, dan tingginya volatilitas pasar keuangan. Kondisi tersebut didukung sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan.
"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," kata Purbaya dalam rapat tertutup KSSK bersama Komisi XI DPR pada Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya menjelaskan, koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, KSSK menilai kondisi ekonomi domestik masih berada pada jalur yang baik meski dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal.
Dari sisi fiskal, lanjutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi. Hingga Semester I 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,4% secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan belanja negara meningkat 17,8% (yoy). Di saat yang sama, keseimbangan primer masih mencatat surplus dan defisit APBN diproyeksikan tetap terkendali di level 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun.
Pemerintah juga mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal untuk memperkuat ketahanan ekonomi, antara lain melalui penempatan uang negara di bank umum sesuai kondisi likuiditas pasar, menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta memberikan berbagai stimulus bagi dunia usaha. Paket tersebut meliputi diskon transportasi, insentif impor LPG dan plastik, relaksasi iuran JKK dan JKM, dukungan bagi sektor pariwisata dan industri padat karya, serta program magang dan vokasi.
Selain menjaga stabilitas ekonomi, APBN juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi rumah sakit, pembangunan infrastruktur kesehatan, serta penguatan perlindungan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Pemerintah juga memastikan dukungan fiskal tetap tersedia untuk penanganan bencana di berbagai daerah.
"Ke depan, KSSK akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global maupun domestik. Melalui koordinasi yang erat antar lembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Purbaya.
Baca Juga: Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Ia menambahkan, KSSK akan terus memperkuat sinergi kebijakan melalui koordinasi yang semakin erat antara Kementerian Keuangan, BI, OJK, dan LPS guna menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan di tengah dinamika ekonomi global
"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," kata Purbaya dalam rapat tertutup KSSK bersama Komisi XI DPR pada Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya menjelaskan, koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, KSSK menilai kondisi ekonomi domestik masih berada pada jalur yang baik meski dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal.
Dari sisi fiskal, lanjutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi. Hingga Semester I 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,4% secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan belanja negara meningkat 17,8% (yoy). Di saat yang sama, keseimbangan primer masih mencatat surplus dan defisit APBN diproyeksikan tetap terkendali di level 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun.
Pemerintah juga mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal untuk memperkuat ketahanan ekonomi, antara lain melalui penempatan uang negara di bank umum sesuai kondisi likuiditas pasar, menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta memberikan berbagai stimulus bagi dunia usaha. Paket tersebut meliputi diskon transportasi, insentif impor LPG dan plastik, relaksasi iuran JKK dan JKM, dukungan bagi sektor pariwisata dan industri padat karya, serta program magang dan vokasi.
Selain menjaga stabilitas ekonomi, APBN juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi rumah sakit, pembangunan infrastruktur kesehatan, serta penguatan perlindungan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Pemerintah juga memastikan dukungan fiskal tetap tersedia untuk penanganan bencana di berbagai daerah.
"Ke depan, KSSK akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global maupun domestik. Melalui koordinasi yang erat antar lembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Purbaya.
Baca Juga: Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Ia menambahkan, KSSK akan terus memperkuat sinergi kebijakan melalui koordinasi yang semakin erat antara Kementerian Keuangan, BI, OJK, dan LPS guna menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan di tengah dinamika ekonomi global
(nng)
Lihat Juga :