Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Selasa, 21 Juli 2026 - 18:23 WIB
loading...
Pasar tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pasar tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain dan minat investor terhadap aset global. Berdasarkan riset Tiger Research, nilai pasar tokenisasi aset nasional diperkirakan mencapai USD88 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7%.
"Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital," kata Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Riset tersebut menyebutkan pertumbuhan pasar didorong oleh semakin kuatnya ekosistem digital di Indonesia dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain. Selain itu, investor domestik mulai menunjukkan minat yang lebih besar terhadap Tokenized US Stocks karena memberikan akses yang lebih mudah untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain.
Dia menilai tren tersebut mencerminkan semakin terbukanya investor Indonesia terhadap diversifikasi portofolio ke aset global. Menurut dia, ketersediaan pilihan aset yang beragam menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan investasi tokenisasi di Tanah Air.
Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih lengkap dinilai mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Bittime saat ini menyediakan tokenisasi saham berbagai perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah exchange traded funds (ETF) berbasis teknologi.
Baca Juga: Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Selain menyediakan beragam pilihan aset, Bittime juga menghadirkan fitur Flexible Staking untuk Tokenized US Stocks dengan potensi imbal hasil hingga 7% APR. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi investor Indonesia, mengingat saham Amerika Serikat umumnya memiliki dividend yield yang lebih rendah dibandingkan saham domestik. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," ujar Ryan.
Data internal Bittime menunjukkan respons positif terhadap layanan tersebut. Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenisasi saham bertema kecerdasan buatan (AI), terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Ryan mengatakan prospek pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh akan memperluas pilihan investasi global bagi investor Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi portofolio dan dukungan regulasi yang semakin kuat.
"Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital," kata Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Riset tersebut menyebutkan pertumbuhan pasar didorong oleh semakin kuatnya ekosistem digital di Indonesia dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain. Selain itu, investor domestik mulai menunjukkan minat yang lebih besar terhadap Tokenized US Stocks karena memberikan akses yang lebih mudah untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain.
Dia menilai tren tersebut mencerminkan semakin terbukanya investor Indonesia terhadap diversifikasi portofolio ke aset global. Menurut dia, ketersediaan pilihan aset yang beragam menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan investasi tokenisasi di Tanah Air.
Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih lengkap dinilai mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Bittime saat ini menyediakan tokenisasi saham berbagai perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah exchange traded funds (ETF) berbasis teknologi.
Baca Juga: Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Selain menyediakan beragam pilihan aset, Bittime juga menghadirkan fitur Flexible Staking untuk Tokenized US Stocks dengan potensi imbal hasil hingga 7% APR. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi investor Indonesia, mengingat saham Amerika Serikat umumnya memiliki dividend yield yang lebih rendah dibandingkan saham domestik. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," ujar Ryan.
Data internal Bittime menunjukkan respons positif terhadap layanan tersebut. Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenisasi saham bertema kecerdasan buatan (AI), terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Ryan mengatakan prospek pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh akan memperluas pilihan investasi global bagi investor Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi portofolio dan dukungan regulasi yang semakin kuat.
(nng)
Lihat Juga :