PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:43 WIB
loading...
PFII Ditargetkan Beroperasi...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum menetapkan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) meski Bali telah diusulkan sebagai kandidat. Purbaya menargetkan PFII mulai beroperasi tahun ini setelah proses penentuan lokasi dan persiapan kelembagaan rampung.

"Itu kan di undang-undang itu Menteri Keuangan yang menentukan pada akhirnya. Tapi nanti kita lihat proposal masuk seperti apa, sekarang sih belum menentukan yang mana, apakah (KEK) Kura Kura Bali saya enggak tahu, itu saya tahu Kura Kura Ninja," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun

Purbaya menjelaskan, sesuai Undang-Undang PFII, kewenangan penetapan lokasi berada di tangan Menteri Keuangan. Namun, keputusan tersebut akan diambil setelah pemerintah menerima dan mengevaluasi proposal dari berbagai pihak untuk memastikan lokasi yang dipilih mampu mendukung pengembangan pusat keuangan internasional secara optimal.

Ia juga menepis anggapan bahwa PFII otomatis akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali atau KEK Sanur sebagaimana sempat diwacanakan. Menurutnya, pemerintah masih membuka peluang bagi lokasi lain selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.


Meski Undang-Undang PFII mengatur bahwa pusat keuangan tersebut tidak dapat berada di kawasan berstatus KEK, Purbaya menilai ketentuan itu tidak menjadi hambatan. Jika lokasi terbaik berada di dalam KEK, pemerintah dapat mempertimbangkan perubahan status kawasan agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.

"Kalau untuk saya sih KEK pun kan bisa dirubah statusnya kalau memang diperlukan. Yang penting tidak boleh ada aturan yang tumpang tindih. Jadi tidak masalah," ujar Purbaya.

Baca Juga: APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat

Ia mengungkapkan terdapat sejumlah usulan lokasi di Bali, mulai dari kawasan Bali Utara, Kura Kura Bali hingga Sanur. Namun, seluruh usulan tersebut masih akan dinilai berdasarkan kelengkapan proposal, efisiensi biaya, kecepatan implementasi, serta potensinya dalam menarik investor asing dan pemilik modal global.

"Nanti kita lihat yang paling masuk akal, yang paling cepat bisa dijalankan, yang paling murah biayanya bagi negara, dan yang paling bisa mendatangkan investor asing atau orang kaya datang menaruh uang di situ, itu yang akan kita pilih," kata Purbaya.

Purbaya menegaskan penentuan lokasi PFII tidak akan didasarkan pada preferensi pribadi Menteri Keuangan. Menurut dia, keputusan akan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan tim yang akan mengevaluasi seluruh aspek teknis, ekonomi, dan investasi sehingga lokasi yang dipilih benar-benar mampu mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat keuangan internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Rekomendasi
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved