Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
Selasa, 21 Juli 2026 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
Sejak diluncurkan pada 2024, Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood telah berkembang ke tujuh kelurahan di Kota Depok, yakni Jatijajar, Sukmajaya, Depok Jaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya, dengan melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga. Hingga Juni 2026, program tersebut telah menghasilkan 9,7 ton maggot BSF, mengelola lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 325 ton CO₂e.
Garudafood juga tengah membangun ekosistem maggot yang terintegrasi melalui penguatan budi daya dan pengembangan produk turunan, seperti pakan ternak dan pupuk organik. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok binaan secara berkelanjutan.
Dian menegaskan keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, mitra pendamping, dan masyarakat. Ke depan, Garudafood berkomitmen mereplikasi Kampung Wirausaha Maggot di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi sirkular, mengurangi timbulan sampah organik, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.
Sejak diluncurkan pada 2024, Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood telah berkembang ke tujuh kelurahan di Kota Depok, yakni Jatijajar, Sukmajaya, Depok Jaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya, dengan melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga. Hingga Juni 2026, program tersebut telah menghasilkan 9,7 ton maggot BSF, mengelola lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 325 ton CO₂e.
Garudafood juga tengah membangun ekosistem maggot yang terintegrasi melalui penguatan budi daya dan pengembangan produk turunan, seperti pakan ternak dan pupuk organik. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok binaan secara berkelanjutan.
Dian menegaskan keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, mitra pendamping, dan masyarakat. Ke depan, Garudafood berkomitmen mereplikasi Kampung Wirausaha Maggot di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi sirkular, mengurangi timbulan sampah organik, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.
(nng)
Lihat Juga :