Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:30 WIB
loading...
Diplomasi Sawit Perlu...
Penguatan diplomasi kelapa sawit dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing global. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Penguatan diplomasi kelapa sawit dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing komoditas nasional di tengah meningkatnya berbagai hambatan perdagangan global. Pendekatan diplomasi yang lebih proaktif juga dinilai penting agar Indonesia mampu mengantisipasi kebijakan negara lain yang berpotensi menghambat ekspor sawit.

"Seharusnya diplomasi sawit yang baik adalah jika kita berhasil meredam atau mencegah timbulnya kebijakan negara lain yang merugikan industri sawit nasional. Karena itu, diplomasi sawit seharusnya bekerja sebagai market intelligence," kata Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung seperti dikutip pada Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat

Menurut Tungkot, diplomasi sawit tidak cukup hanya berfokus pada penyelesaian sengketa dagang, tetapi juga harus mampu mendeteksi dan mengantisipasi potensi hambatan sejak tahap perumusan kebijakan di negara tujuan ekspor. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia dapat lebih cepat merespons berbagai dinamika perdagangan internasional.

Ia mengatakan upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil positif, terutama melalui strategi diversifikasi pasar ekspor. Langkah tersebut dinilai berhasil mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar tradisional, khususnya Uni Eropa, sehingga ekspor sawit kini tersebar ke berbagai negara seperti India, China, Pakistan, Bangladesh, negara-negara Afrika, Amerika Utara, hingga Eropa.

"Pangsa Uni Eropa sebagai tujuan ekspor kita tinggal 8-10 persen. Jadi dengan diversifikasi negara tujuan ekspor tersebut, kita tidak lagi tergantung pada pasar Uni Eropa," ujar Tungkot.


Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat diplomasi sawit melalui berbagai program yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan hubungan dengan negara importir utama, misi dagang, advokasi terhadap kebijakan yang dinilai diskriminatif, kampanye positif di media internasional, serta dukungan terhadap berbagai forum sawit berskala global.

Sementara itu, Kepala South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University Puspo Edi Giriwono menilai diplomasi sawit masih menjadi kebutuhan strategis karena berbagai hambatan perdagangan terhadap komoditas tersebut terus bermunculan. Menurut dia, sejumlah standar keberlanjutan di beberapa negara kerap diberlakukan secara berbeda dibandingkan minyak nabati lainnya.

Baca Juga: Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar

Puspo mencontohkan persyaratan keberlanjutan dan bebas deforestasi yang diterapkan terhadap minyak sawit untuk memasuki pasar Eropa, sementara komoditas minyak nabati lain seperti kedelai tidak selalu memperoleh perlakuan serupa. Meski demikian, ia menegaskan diplomasi internasional harus diiringi pembenahan tata kelola industri sawit di dalam negeri agar daya saing produk Indonesia semakin kuat.

"Kita benahi proses dan produksi di dalam negeri kita supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas, meningkatkan daya saing, dan seterusnya," kata Puspo.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved