Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Rabu, 22 Juli 2026 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pelabuhan Patimban, Salah Satu Peninggalan Kerja Sama RI dengan Shinzo Abe
Pada kunjungan perdana tersebut, aktivitas bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, terdiri atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi jumlah peti kemas, ekspor tercatat sebanyak 624 boks, terdiri atas 208 peti kemas berisi dan 416 peti kemas kosong. Sementara itu, impor mencapai 192 boks dan seluruhnya merupakan peti kemas berisi.
Komponen kendaraan listrik BYD yang diimpor melalui Patimban selanjutnya didistribusikan menuju pabrik perusahaan di Subang. Kehadiran layanan impor langsung melalui Patimban dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku bagi industri otomotif yang berkembang di Jawa Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan utama lainnya.
Di sisi lain, kapal yang sama juga mengangkut komoditas ekspor berupa bahan baku kertas yang dipasarkan ke berbagai negara melalui jaringan pelayaran internasional MSC. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban kini mulai berfungsi sebagai pintu masuk bahan baku industri sekaligus pintu keluar komoditas ekspor nasional.
Keberhasilan melayani ekspor dan impor peti kemas internasional dalam waktu berdekatan menandai kesiapan Pelabuhan Patimban untuk mengoperasikan layanan pelayaran internasional secara reguler. Pemerintah berharap perkembangan ini dapat memperkuat konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan perdagangan global, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan investasi di Jawa Barat maupun wilayah sekitarnya.
Pada kunjungan perdana tersebut, aktivitas bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, terdiri atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi jumlah peti kemas, ekspor tercatat sebanyak 624 boks, terdiri atas 208 peti kemas berisi dan 416 peti kemas kosong. Sementara itu, impor mencapai 192 boks dan seluruhnya merupakan peti kemas berisi.
Komponen kendaraan listrik BYD yang diimpor melalui Patimban selanjutnya didistribusikan menuju pabrik perusahaan di Subang. Kehadiran layanan impor langsung melalui Patimban dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku bagi industri otomotif yang berkembang di Jawa Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan utama lainnya.
Di sisi lain, kapal yang sama juga mengangkut komoditas ekspor berupa bahan baku kertas yang dipasarkan ke berbagai negara melalui jaringan pelayaran internasional MSC. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban kini mulai berfungsi sebagai pintu masuk bahan baku industri sekaligus pintu keluar komoditas ekspor nasional.
Keberhasilan melayani ekspor dan impor peti kemas internasional dalam waktu berdekatan menandai kesiapan Pelabuhan Patimban untuk mengoperasikan layanan pelayaran internasional secara reguler. Pemerintah berharap perkembangan ini dapat memperkuat konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan perdagangan global, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan investasi di Jawa Barat maupun wilayah sekitarnya.
(akr)
Lihat Juga :