Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:21 WIB
loading...
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban mulai memainkan peran strategis dalam mendukung rantai pasok industri nasional setelah melayani impor peti kemas internasional untuk pertama kalinya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pelabuhan Patimban mulai memainkan peran strategis dalam mendukung rantai pasok industri nasional setelah melayani impor peti kemas internasional untuk pertama kalinya. Impor perdana tersebut ditandai dengan kedatangan kapal MV MSC CARLA III yang membawa komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) BYD untuk pabrik perusahaan tersebut di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kapal yang datang dari Singapura itu sandar di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada Minggu (19/7) pukul 02.06 WIB dan menyelesaikan kegiatan bongkar muat pada Selasa (21/7) pukul 11.42 WIB. Selanjutnya, kapal melanjutkan pelayaran menuju Pasir Gudang, Malaysia, Laem Chabang, Thailand, hingga Shanghai dan Ningbo, China, sebagai bagian dari layanan reguler Enhanced Seahorse Service milik Mediterranean Shipping Company (MSC).

Baca Juga: 3 BUMN Konstruksi Ikutan Garap Pelabuhan Patimban, Nilai Kontrak Capai Rp 3,7 Triliun

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban, Mohd. Arief Agustian mengatakan, layanan impor perdana ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik nasional sekaligus alternatif gerbang perdagangan internasional.



"Pelaksanaan kegiatan impor peti kemas internasional perdana melengkapi layanan ekspor yang telah dimulai pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif gerbang logistik internasional yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan perekonomian nasional," kata Arief dalam keterangannya, Rabu(22/7/2026).

Baca Juga: Pelabuhan Patimban, Salah Satu Peninggalan Kerja Sama RI dengan Shinzo Abe

Pada kunjungan perdana tersebut, aktivitas bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, terdiri atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi jumlah peti kemas, ekspor tercatat sebanyak 624 boks, terdiri atas 208 peti kemas berisi dan 416 peti kemas kosong. Sementara itu, impor mencapai 192 boks dan seluruhnya merupakan peti kemas berisi.

Komponen kendaraan listrik BYD yang diimpor melalui Patimban selanjutnya didistribusikan menuju pabrik perusahaan di Subang. Kehadiran layanan impor langsung melalui Patimban dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku bagi industri otomotif yang berkembang di Jawa Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan utama lainnya.

Di sisi lain, kapal yang sama juga mengangkut komoditas ekspor berupa bahan baku kertas yang dipasarkan ke berbagai negara melalui jaringan pelayaran internasional MSC. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban kini mulai berfungsi sebagai pintu masuk bahan baku industri sekaligus pintu keluar komoditas ekspor nasional.

Keberhasilan melayani ekspor dan impor peti kemas internasional dalam waktu berdekatan menandai kesiapan Pelabuhan Patimban untuk mengoperasikan layanan pelayaran internasional secara reguler. Pemerintah berharap perkembangan ini dapat memperkuat konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan perdagangan global, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan investasi di Jawa Barat maupun wilayah sekitarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
Rekomendasi
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved