Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Rabu, 22 Juli 2026 - 16:42 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Program GARBATERA. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Program Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera (GARBATERA) yang fokus pada pencegahan stunting, peningkatan kesehatan masyarakat, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasionalnya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Program yang dijalankan melalui skema Community Involvement and Development (CID) tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
"Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua pondasi dasar untuk menciptakan masyarakat yang mandiri. Hal itu juga menjadi investasi utama untuk memperkuat bangsa dan negara di kemudian hari. Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga bangga bisa menjadi bagian dari upaya tersebut," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan pers, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
Kitty menjelaskan program GARBATERA yang dimulai sejak 2025 mengintervensi penanganan stunting di Desa Balongan melalui berbagai kegiatan, termasuk kampanye NASIHAT (Istana Ibu dan Anak) dan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diproduksi oleh Kelompok OMSET (Olahan Makanan Sehat), UMKM binaan setempat. Pada tahun yang sama, perusahaan juga mendukung penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) melalui pelatihan kader Posyandu 3M Plus, bantuan alat fogging, serta distribusi PMT bagi balita dan ibu hamil.
Memasuki 2026, GARBATERA diperluas melalui sejumlah program berbasis kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di antaranya sosialisasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Kelompok Tani Ragem Jaya dalam Program Desa Energi Berdikari, kegiatan edukasi kesehatan keluarga "Bincang Sehat", serta pelatihan pengolahan ikan bagi Kelompok OMSET bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Indramayu.
Menurut Kitty, pendekatan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan melalui keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan makanan tambahan bagi penerima manfaat program.
"Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan solusi dari hulu ke hilir. Kami tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi untuk menekan angka stunting dan kasus DBD di Balongan, tetapi juga memastikan ada efek multiplier ekonomi yang dirasakan warga," ujarnya.
Baca Juga: Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
Ketua Kelompok OMSET Balongan, Eliyawati, mengatakan program tersebut memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para anggotanya, termasuk mantan pekerja migran Indonesia yang kini mengembangkan usaha di desa. Selain memperoleh pelatihan pengolahan makanan sehat, kelompok itu juga mendapatkan pendampingan dalam pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan usaha.
Sementara itu, Bidan Desa Balongan Dini S.Z. menilai program GARBATERA telah membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Menurut dia, pemberian makanan tambahan bergizi dan dukungan sarana kesehatan di posyandu berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan balita serta mendorong partisipasi warga dalam program kesehatan masyarakat.
Program yang dijalankan melalui skema Community Involvement and Development (CID) tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
"Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua pondasi dasar untuk menciptakan masyarakat yang mandiri. Hal itu juga menjadi investasi utama untuk memperkuat bangsa dan negara di kemudian hari. Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga bangga bisa menjadi bagian dari upaya tersebut," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan pers, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
Kitty menjelaskan program GARBATERA yang dimulai sejak 2025 mengintervensi penanganan stunting di Desa Balongan melalui berbagai kegiatan, termasuk kampanye NASIHAT (Istana Ibu dan Anak) dan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diproduksi oleh Kelompok OMSET (Olahan Makanan Sehat), UMKM binaan setempat. Pada tahun yang sama, perusahaan juga mendukung penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) melalui pelatihan kader Posyandu 3M Plus, bantuan alat fogging, serta distribusi PMT bagi balita dan ibu hamil.
Memasuki 2026, GARBATERA diperluas melalui sejumlah program berbasis kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Di antaranya sosialisasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Kelompok Tani Ragem Jaya dalam Program Desa Energi Berdikari, kegiatan edukasi kesehatan keluarga "Bincang Sehat", serta pelatihan pengolahan ikan bagi Kelompok OMSET bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Indramayu.
Menurut Kitty, pendekatan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan melalui keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan makanan tambahan bagi penerima manfaat program.
"Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan solusi dari hulu ke hilir. Kami tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi untuk menekan angka stunting dan kasus DBD di Balongan, tetapi juga memastikan ada efek multiplier ekonomi yang dirasakan warga," ujarnya.
Baca Juga: Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
Ketua Kelompok OMSET Balongan, Eliyawati, mengatakan program tersebut memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para anggotanya, termasuk mantan pekerja migran Indonesia yang kini mengembangkan usaha di desa. Selain memperoleh pelatihan pengolahan makanan sehat, kelompok itu juga mendapatkan pendampingan dalam pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan usaha.
Sementara itu, Bidan Desa Balongan Dini S.Z. menilai program GARBATERA telah membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Menurut dia, pemberian makanan tambahan bergizi dan dukungan sarana kesehatan di posyandu berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan balita serta mendorong partisipasi warga dalam program kesehatan masyarakat.
(nng)
Lihat Juga :