Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Rabu, 22 Juli 2026 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Merespons kebutuhan tersebut, platform penerbitan RWA teregulasi, Reality, merilis laporan Proof of Reserves yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham AS dan ETF. Seluruh cadangan aset tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sementara sekuritas dasarnya disimpan melalui broker-dealer terdaftar FINRA dan SIPC, Alpaca Securities LLC.
Baca Juga: Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Langkah ini juga memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi investor, mengingat platform tersebut saat ini mengelola likuiditas pasar saham bentuk token terbesar yang terhubung langsung ke bursa NASDAQ dan NYSE.
"Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel," tambah Gracy.
Adapun penerbitan Proof of Reserves secara transparan diharapkan mampu menjadi standar baru di industri pasar uang digital. Hingga pertengahan 2026, platform tersebut mencatat telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF AS—termasuk perusahaan teknologi global seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA—dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui USD100 juta.
Baca Juga: Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Langkah ini juga memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi investor, mengingat platform tersebut saat ini mengelola likuiditas pasar saham bentuk token terbesar yang terhubung langsung ke bursa NASDAQ dan NYSE.
"Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel," tambah Gracy.
Adapun penerbitan Proof of Reserves secara transparan diharapkan mampu menjadi standar baru di industri pasar uang digital. Hingga pertengahan 2026, platform tersebut mencatat telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF AS—termasuk perusahaan teknologi global seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA—dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui USD100 juta.
(nng)
Lihat Juga :