Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Kamis, 23 Juli 2026 - 22:04 WIB
loading...
Sebuah kapal melintas di depan kilang minyak yang terletak di Pulau Jurong, Singapura, pada 28 Maret 2009. FOTO/Reuters
A
A
A
SINGAPURA - Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong melakukan perombakan besar kabinet dengan mengangkat sejumlah menteri muda dan memperkuat fokus pemerintah terhadap sektor energi di tengah meningkatnya gejolak pasar energi global. Dalam perombakan tersebut, Pemerintah Singapura juga mengubah nama Kementerian Perdagangan dan Industri menjadi Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi.
"Kami memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada para pemangku jabatan baru dan lebih muda seiring pergerakan mereka mengambil peran yang lebih penting. Pada saat yang sama, kami tetap menjaga kesinambungan dan pengalaman dalam tim kepemimpinan inti," kata Wong seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Perombakan kabinet yang resmi berlaku pada 27 Juli itu merupakan reshuffle kedua sejak Wong memimpin People’s Action Party (PAP) meraih kemenangan pada pemilihan umum tahun lalu. Sepertiga anggota kabinet kini diisi pejabat berusia di bawah 52 tahun sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan menjelang pemilu berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada 2030.
Salah satu perubahan utama adalah promosi Jeffrey Siow (48) menjadi Menteri Perhubungan sekaligus Menteri Keuangan Kedua. Wong juga meningkatkan representasi perempuan dalam posisi senior sebagai bagian dari pembentukan tim kepemimpinan generasi baru.
Dalam restrukturisasi tersebut, Kementerian Perdagangan dan Industri akan resmi berganti nama menjadi Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri mulai 1 Oktober. Wong mengatakan perubahan itu mencerminkan semakin pentingnya sektor energi bagi daya saing ekonomi dan masa depan Singapura.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Tan See Leng akan melepaskan portofolio ketenagakerjaan untuk memusatkan perhatian pada jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri yang membawahi sektor energi dan industri. Langkah ini diambil ketika Singapura menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan pasar energi global karena negara tersebut masih sangat bergantung pada impor gas alam untuk pembangkit listrik.
Pemerintah Singapura juga terus memperkuat strategi ketahanan energi dengan mengeksplorasi berbagai sumber energi alternatif, termasuk tenaga nuklir. Mulai 2027, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap kesiapan Singapura dalam mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir. Sebelumnya, Wong juga membentuk komite krisis tingkat menteri untuk mengantisipasi risiko terhadap pasokan energi nasional.
Baca Juga: Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Reshuffle kabinet turut dilakukan setelah sejumlah pejabat mengundurkan diri dalam beberapa bulan terakhir. Muhammad Faishal Ibrahim mundur dari jabatan Pelaksana Tugas Menteri yang Bertanggung Jawab atas Urusan Muslim, sementara Koh Poh Koon mengundurkan diri sebagai Menteri Negara Senior untuk Tenaga Kerja dan Kesehatan karena alasan keluarga. Posisi Faishal kemudian digantikan oleh Zaqy Mohamad.
Selain itu, David Neo resmi menjadi Menteri Kebudayaan, Masyarakat, dan Pemuda, Jasmin Lau ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja, Sim Ann menjadi Menteri Kedua Luar Negeri dan Menteri Kedua Dalam Negeri, sedangkan Ng Chee Meng kembali masuk kabinet sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri. K. Shanmugam juga diangkat sebagai Menteri Senior di samping tetap menjabat Menteri Koordinator Keamanan Nasional dan Menteri Dalam Negeri.
Wong mengatakan proses regenerasi kepemimpinan masih terus berlangsung, termasuk mencari sosok yang kelak akan menggantikannya sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, Singapura membutuhkan perpaduan antara pemimpin berpengalaman dan generasi baru agar mampu menghadapi tantangan ekonomi, geopolitik, serta ketahanan energi yang semakin kompleks pada masa mendatang.
"Kami memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada para pemangku jabatan baru dan lebih muda seiring pergerakan mereka mengambil peran yang lebih penting. Pada saat yang sama, kami tetap menjaga kesinambungan dan pengalaman dalam tim kepemimpinan inti," kata Wong seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Perombakan kabinet yang resmi berlaku pada 27 Juli itu merupakan reshuffle kedua sejak Wong memimpin People’s Action Party (PAP) meraih kemenangan pada pemilihan umum tahun lalu. Sepertiga anggota kabinet kini diisi pejabat berusia di bawah 52 tahun sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan menjelang pemilu berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada 2030.
Salah satu perubahan utama adalah promosi Jeffrey Siow (48) menjadi Menteri Perhubungan sekaligus Menteri Keuangan Kedua. Wong juga meningkatkan representasi perempuan dalam posisi senior sebagai bagian dari pembentukan tim kepemimpinan generasi baru.
Dalam restrukturisasi tersebut, Kementerian Perdagangan dan Industri akan resmi berganti nama menjadi Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri mulai 1 Oktober. Wong mengatakan perubahan itu mencerminkan semakin pentingnya sektor energi bagi daya saing ekonomi dan masa depan Singapura.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Tan See Leng akan melepaskan portofolio ketenagakerjaan untuk memusatkan perhatian pada jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri yang membawahi sektor energi dan industri. Langkah ini diambil ketika Singapura menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan pasar energi global karena negara tersebut masih sangat bergantung pada impor gas alam untuk pembangkit listrik.
Pemerintah Singapura juga terus memperkuat strategi ketahanan energi dengan mengeksplorasi berbagai sumber energi alternatif, termasuk tenaga nuklir. Mulai 2027, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap kesiapan Singapura dalam mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir. Sebelumnya, Wong juga membentuk komite krisis tingkat menteri untuk mengantisipasi risiko terhadap pasokan energi nasional.
Baca Juga: Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Reshuffle kabinet turut dilakukan setelah sejumlah pejabat mengundurkan diri dalam beberapa bulan terakhir. Muhammad Faishal Ibrahim mundur dari jabatan Pelaksana Tugas Menteri yang Bertanggung Jawab atas Urusan Muslim, sementara Koh Poh Koon mengundurkan diri sebagai Menteri Negara Senior untuk Tenaga Kerja dan Kesehatan karena alasan keluarga. Posisi Faishal kemudian digantikan oleh Zaqy Mohamad.
Selain itu, David Neo resmi menjadi Menteri Kebudayaan, Masyarakat, dan Pemuda, Jasmin Lau ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja, Sim Ann menjadi Menteri Kedua Luar Negeri dan Menteri Kedua Dalam Negeri, sedangkan Ng Chee Meng kembali masuk kabinet sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri. K. Shanmugam juga diangkat sebagai Menteri Senior di samping tetap menjabat Menteri Koordinator Keamanan Nasional dan Menteri Dalam Negeri.
Wong mengatakan proses regenerasi kepemimpinan masih terus berlangsung, termasuk mencari sosok yang kelak akan menggantikannya sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, Singapura membutuhkan perpaduan antara pemimpin berpengalaman dan generasi baru agar mampu menghadapi tantangan ekonomi, geopolitik, serta ketahanan energi yang semakin kompleks pada masa mendatang.
(nng)
Lihat Juga :