Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Jum'at, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Secara rinci, permintaan untuk instrumen tenor tiga tahun menembus CNY12,38 miliar (sekitar Rp32,66 triliun) dengan bid to cover ratio sebesar 2,2 kali.Adapun untuk tenor lima tahun, penawaran yang masuk mencapai CNY4,62 miliar (sekitar Rp12,19 triliun) dengan bid to cover ratio yang lebih tinggi, yakni 3,3 kali.
Baca Juga: Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Tingginya permintaan ini berhasil menekan imbal hasil (yield) yang ditetapkan pemerintah. Yield untuk tenor tiga tahun dipatok di level 1,90%, sedangkan tenor lima tahun berada pada posisi 2,19%. Angka ini berada di bawah estimasi awal pemerintah yang ditargetkan pada kisaran 2,3% hingga 2,5%.
Adapun proses setelmen transaksi penerbitan Panda Bond ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Hasil dari penerbitan ini dipastikan bakal menopang kas negara.
“Sebagaimana diinformasikan dalam prospektus, hasil penerbitan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026,” pungkasnya.
Baca Juga: Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Tingginya permintaan ini berhasil menekan imbal hasil (yield) yang ditetapkan pemerintah. Yield untuk tenor tiga tahun dipatok di level 1,90%, sedangkan tenor lima tahun berada pada posisi 2,19%. Angka ini berada di bawah estimasi awal pemerintah yang ditargetkan pada kisaran 2,3% hingga 2,5%.
Adapun proses setelmen transaksi penerbitan Panda Bond ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Hasil dari penerbitan ini dipastikan bakal menopang kas negara.
“Sebagaimana diinformasikan dalam prospektus, hasil penerbitan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :