Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Jum'at, 24 Juli 2026 - 20:28 WIB
loading...
PT Palma Pertiwi Makmur bersama JARSANAS dan Kemendes PDT meluncurkan Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Palma Pertiwi Makmur bersama Jaringan BUMDes Nasional (JARSANAS) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meluncurkan Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan perekonomian desa. Provinsi Banten ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional melalui pengembangan usaha berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Provinsi Banten terpilih sebagai lokasi proyek percontohan nasional karena memiliki potensi ekonomi desa yang besar dari sektor pangan, energi, pariwisata, kelautan, dan agroindustri. Banten juga didukung seratus desa terpilih dengan desa unggulan serta kesiapan ekosistem BUMDes," kata Sekretaris Jenderal Forum BUMDes sekaligus Direktur JARSANAS Christian Kent dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan ekonomi nasional yang bertumpu pada pembangunan desa. Tahap awal pelaksanaan dilakukan melalui Program Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited.
Sebagai proyek percontohan, Banten akan mengembangkan 100 unit Pertashop, 100 unit penggilingan padi (rice milling), dan 100 unit Desa Ekspor Sabut Kelapa. Sebanyak 300 unit usaha tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok pangan dan energi, serta meningkatkan nilai tambah dan devisa melalui ekspor produk desa.
Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur Mardianto mengatakan perusahaan telah menyiapkan konsep pengembangan yang mencakup aspek pembiayaan, teknologi, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurut dia, model pengembangan tersebut akan menjadi dasar implementasi program secara nasional.
"Rencana kerja BUMDes dalam sektor kedaulatan pangan dan energi telah disiapkan lengkap dengan skema pembiayaan, teknologi, serta konsep bersama akademisi dari berbagai universitas. PT Palma Pertiwi Makmur sebagai mitra KPBU unsolicited akan melaksanakan program ini secara nasional," ujar Mardianto.
Gubernur Banten Andra Soni, yang turut mengukuhkan pengurus Forum BUMDes Merah Putih DPW Banten, berharap kolaborasi tersebut mampu mempercepat pembangunan daerah. Menurut dia, pengembangan BUMDes perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi, serta pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Untuk mendukung sektor energi, PT Palma Pertiwi Makmur menggandeng Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139 dalam pembangunan jaringan Pertashop. Ketua Pengurus Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139 Nur Hermawan mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan 100 unit Pertashop di setiap provinsi guna memperkuat distribusi bahan bakar minyak berkualitas bagi masyarakat desa dan nelayan.
Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan dan energi, program tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Provinsi Banten terpilih sebagai lokasi proyek percontohan nasional karena memiliki potensi ekonomi desa yang besar dari sektor pangan, energi, pariwisata, kelautan, dan agroindustri. Banten juga didukung seratus desa terpilih dengan desa unggulan serta kesiapan ekosistem BUMDes," kata Sekretaris Jenderal Forum BUMDes sekaligus Direktur JARSANAS Christian Kent dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan ekonomi nasional yang bertumpu pada pembangunan desa. Tahap awal pelaksanaan dilakukan melalui Program Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited.
Sebagai proyek percontohan, Banten akan mengembangkan 100 unit Pertashop, 100 unit penggilingan padi (rice milling), dan 100 unit Desa Ekspor Sabut Kelapa. Sebanyak 300 unit usaha tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok pangan dan energi, serta meningkatkan nilai tambah dan devisa melalui ekspor produk desa.
Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur Mardianto mengatakan perusahaan telah menyiapkan konsep pengembangan yang mencakup aspek pembiayaan, teknologi, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurut dia, model pengembangan tersebut akan menjadi dasar implementasi program secara nasional.
"Rencana kerja BUMDes dalam sektor kedaulatan pangan dan energi telah disiapkan lengkap dengan skema pembiayaan, teknologi, serta konsep bersama akademisi dari berbagai universitas. PT Palma Pertiwi Makmur sebagai mitra KPBU unsolicited akan melaksanakan program ini secara nasional," ujar Mardianto.
Gubernur Banten Andra Soni, yang turut mengukuhkan pengurus Forum BUMDes Merah Putih DPW Banten, berharap kolaborasi tersebut mampu mempercepat pembangunan daerah. Menurut dia, pengembangan BUMDes perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi, serta pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Untuk mendukung sektor energi, PT Palma Pertiwi Makmur menggandeng Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139 dalam pembangunan jaringan Pertashop. Ketua Pengurus Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139 Nur Hermawan mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan 100 unit Pertashop di setiap provinsi guna memperkuat distribusi bahan bakar minyak berkualitas bagi masyarakat desa dan nelayan.
Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan dan energi, program tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
(nng)
Lihat Juga :