Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:49 WIB
loading...
A A A

Di sisi lain, kilang independen di Provinsi Shandong atau teapot refiners kembali membuka pembicaraan untuk membeli minyak mentah Iran sebagai alternatif. Minyak Pars Iran ditawarkan dengan diskon sekitar USD8 per barel terhadap ICE Brent untuk pengiriman ke Shandong, sedangkan minyak Iranian Light diperdagangkan dengan diskon USD3 hingga USD4 per barel. Meski demikian, pembelian masih terbatas karena margin pengolahan melemah seiring harga minyak Brent yang mendekati USD100 per barel.

Situasi serupa juga terjadi di India. Bharat Petroleum Corp Ltd (BPCL) menyatakan para pedagang tidak lagi menawarkan diskon minyak mentah Rusia untuk pengiriman September. Direktur Keuangan BPCL VRK Gupta mengatakan perusahaan telah mengamankan pasokan hingga Agustus, namun ketersediaan pasokan untuk September masih belum pasti. Padahal pada awal Juli, minyak mentah jenis Urals masih diperdagangkan dengan diskon lebih dari USD10 per barel terhadap Dated Brent, sedangkan pada Juni diskonnya berkisar USD2 hingga USD3 per barel.

Baca Juga: Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah

Data Kpler yang dikutip Times of India menunjukkan impor minyak mentah India dari Rusia pada Juli rata-rata mencapai sekitar 2,45 juta barel per hari, mendekati rekor Juni sebesar 2,64 juta barel per hari. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan Timur Tengah, kilang-kilang India juga mulai meningkatkan pembelian minyak mentah dari Venezuela dan Angola.

Di tengah terbatasnya pasokan global, India turut memanfaatkan tingginya margin pengolahan (crack spread) dengan mengolah minyak mentah Rusia menjadi berbagai produk bahan bakar untuk diekspor ke pasar Asia. Ekspor produk minyak ringan dan distilat menengah diperkirakan mencapai 1,55 juta barel per hari pada Juli, menjadi level tertinggi kedua sejak Kpler mulai mencatat data pada 2017. Reuters melaporkan impor bahan bakar Asia telah turun 32% dibandingkan rata-rata sebelum konflik, sehingga membuka peluang bagi kilang-kilang India yang beroperasi pada tingkat utilisasi tinggi untuk memenuhi kekurangan pasokan di kawasan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved