BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB
loading...
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar BCA Young Community (BYC) Fest 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem bisnis generasi muda. FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar BCA Young Community (BYC) Fest 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem bisnis generasi muda melalui perluasan jejaring, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah bagi para pengusaha muda untuk membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas akses pasar.
"BCA berkomitmen mendampingi generasi muda dalam menavigasi lanskap bisnis yang dinamis. BYC merupakan wadah yang dapat kita optimalkan untuk membantu pertumbuhan bisnis para anggotanya, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat serta negara," kata Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih seperti dikutip pada Sabtu (26/5/2026).
Baca Juga: BCA Pertahankan Predikat Bank Terbaik Indonesia versi Forbes 2026
John menjelaskan BYC merupakan komunitas yang diperuntukkan bagi nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas berusia 18–35 tahun, serta generasi penerus (next generation) nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas. Melalui BYC Fest 2026, para anggota memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan pelaku usaha dari berbagai daerah dan sektor guna menjajaki peluang kerja sama bisnis.
Selain menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman bersama pelaku usaha, acara tersebut juga menampilkan puluhan stan bisnis milik anggota komunitas yang telah melalui proses kurasi. Menurut BCA, pameran tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan peluang ekonomi baru.
Dalam kesempatan yang sama, BCA meluncurkan pembaruan aplikasi BYC untuk memperkuat konektivitas antaranggota komunitas. Pembaruan dilakukan pada sisi infrastruktur teknologi agar komunikasi, interaksi, hingga kolaborasi bisnis dapat berlangsung lebih mudah dan terintegrasi.
Baca Juga: Kredit BCA Tumbuh 5,6% Capai Rp994 Triliun di Kuartal I-2026
John menilai kolaborasi dan adaptasi teknologi menjadi dua faktor utama yang menentukan daya saing dan keberlanjutan sebuah bisnis. Menurutnya, pelaku usaha yang mampu membangun jejaring serta memanfaatkan perkembangan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di tengah perubahan pasar.
"Kami di BCA percaya, kunci agar sebuah bisnis dapat bertahan dan tumbuh berkelanjutan terletak pada dua hal utama, yakni kolaborasi yang kuat dan adaptasi teknologi secara tepat. Tanpa kolaborasi, bisnis akan sulit beradaptasi apalagi tumbuh. Apabila mengabaikan teknologi, pelaku usaha tidak akan pergi ke mana-mana dan perlahan tergerus pergerakan zaman," ujar John.
"BCA berkomitmen mendampingi generasi muda dalam menavigasi lanskap bisnis yang dinamis. BYC merupakan wadah yang dapat kita optimalkan untuk membantu pertumbuhan bisnis para anggotanya, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat serta negara," kata Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih seperti dikutip pada Sabtu (26/5/2026).
Baca Juga: BCA Pertahankan Predikat Bank Terbaik Indonesia versi Forbes 2026
John menjelaskan BYC merupakan komunitas yang diperuntukkan bagi nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas berusia 18–35 tahun, serta generasi penerus (next generation) nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas. Melalui BYC Fest 2026, para anggota memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan pelaku usaha dari berbagai daerah dan sektor guna menjajaki peluang kerja sama bisnis.
Selain menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman bersama pelaku usaha, acara tersebut juga menampilkan puluhan stan bisnis milik anggota komunitas yang telah melalui proses kurasi. Menurut BCA, pameran tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan peluang ekonomi baru.
Dalam kesempatan yang sama, BCA meluncurkan pembaruan aplikasi BYC untuk memperkuat konektivitas antaranggota komunitas. Pembaruan dilakukan pada sisi infrastruktur teknologi agar komunikasi, interaksi, hingga kolaborasi bisnis dapat berlangsung lebih mudah dan terintegrasi.
Baca Juga: Kredit BCA Tumbuh 5,6% Capai Rp994 Triliun di Kuartal I-2026
John menilai kolaborasi dan adaptasi teknologi menjadi dua faktor utama yang menentukan daya saing dan keberlanjutan sebuah bisnis. Menurutnya, pelaku usaha yang mampu membangun jejaring serta memanfaatkan perkembangan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di tengah perubahan pasar.
"Kami di BCA percaya, kunci agar sebuah bisnis dapat bertahan dan tumbuh berkelanjutan terletak pada dua hal utama, yakni kolaborasi yang kuat dan adaptasi teknologi secara tepat. Tanpa kolaborasi, bisnis akan sulit beradaptasi apalagi tumbuh. Apabila mengabaikan teknologi, pelaku usaha tidak akan pergi ke mana-mana dan perlahan tergerus pergerakan zaman," ujar John.
(nng)
Lihat Juga :