PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:18 WIB
loading...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggandeng PT Bank Mizuho Indonesia untuk memperkuat pendanaan pengembangan proyek panas bumi melalui fasilitas pembiayaan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggandeng PT Bank Mizuho Indonesia untuk memperkuat pendanaan pengembangan proyek panas bumi melalui fasilitas pembiayaan senilai hingga USD75 juta. Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan fleksibilitas pembiayaan sekaligus mendukung percepatan transisi energi dan target pengembangan kapasitas panas bumi nasional.

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia," kata Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Trade Facility Agreement di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (23/7). Melalui perjanjian itu, Bank Mizuho Indonesia memberikan fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga USD75 juta tanpa agunan (clean basis), yang mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGE.


Fasilitas tersebut merupakan skema pembiayaan dan perdagangan tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta revolving loan facility. Perseroan menyebut fasilitas itu akan mendukung kebutuhan operasional sekaligus pembiayaan proyek-proyek pengembangan panas bumi.

Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia Heru Gautama Hatma mengatakan kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan PGE.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGE kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," ujar Heru.

PGE menyatakan kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia, yang merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang, semakin memperkuat ekosistem pendanaan hijau perusahaan. Sebelumnya, PGE juga telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan dan kemitraan dengan sejumlah lembaga keuangan internasional.

Baca Juga: Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim

Sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia, PGE terus menerapkan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk mendukung investasi jangka panjang. Perseroan menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target transisi energi.

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), terdiri atas 727 MW yang dioperasikan langsung oleh perusahaan dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas tersebut mencakup sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia serta berkontribusi terhadap potensi pengurangan emisi karbon sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Arus Kas Kontraktor...
Arus Kas Kontraktor Seret, Danantara Diminta Selamatkan Proyek Sekolah Rakyat
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Rekomendasi
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved