Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
Senin, 27 Juli 2026 - 23:30 WIB
loading...
Pertamina Drilling menggandeng ELSA Business dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing pekerja melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mendukung ekspansi bisnis di pasar energi internasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Drilling Services Indonesia ( Pertamina Drilling ) menggandeng ELSA Business, platform pelatihan bahasa Inggris kelas dunia (dinobatkan oleh Forbes sebagai top 4 best AI in the world by research snipers). Serta telah dipercaya lebih dari 1,300 organisasi secara global yang menerapkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pengenalan suara (speech recognition) untuk menghadirkan program GLOBE (Global Language Operations for Business in Energy) yang resmi diluncurkan pada 26 Juni 2026.
Program ini merupakan inisiatif Human Capital yang menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing pekerja melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung ekspansi bisnis di pasar energi internasional.
Transformasi industri energi mendorong semakin intensifnya kolaborasi lintas negara, baik dalam pengembangan proyek, transfer teknologi, maupun kerja sama dengan mitra internasional. Kondisi tersebut membuat kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kompetensi yang semakin penting bagi para profesional.
Baca Juga: Pertamina Drilling Bukukan Laba Bersih per Januari 104,4% di Atas Target
Meski Indonesia memiliki banyak talenta dengan kompetensi teknis yang mumpuni, masih banyak profesional yang menghadapi tantangan dalam menyampaikan ide, berdiskusi, maupun berkolaborasi secara efektif dalam bahasa Inggris. Kesenjangan antara kemampuan teknis dan kemampuan komunikasi ini dapat menjadi hambatan dalam membangun kolaborasi lintas batas serta membuka peluang karir di tingkat global.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, penguasaan bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang terus memperluas kiprahnya di pasar global. Menurutnya, pemanfaatan AI dalam GLOBE menjadi terobosan untuk mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“GLOBE merupakan langkah strategis untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pondasi komunikasi global yang kuat. Dengan dukungan teknologi AI, proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan bisnis internasional,” ujar Avep.
Baca Juga: Pertamina Drilling Rampungkan 5 Sumur JOB Tomori Lebih Cepat
Menjawab tantangan tersebut, GLOBE memanfaatkan teknologi AI dari ELSA Business guna menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, praktis, dan adaptif. Melalui AI Learning Agent, peserta memperoleh umpan balik terhadap kemampuan berbicara secara real-time, evaluasi pengucapan yang akurat, serta learning path yang dipersonalisasi sesuai tingkat kemampuan dan kebutuhan pekerjaan di industri energi.
![Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business]()
Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta berlatih secara mandiri kapan saja dan di mana saja, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris pada situasi profesional, mulai dari diskusi teknis, presentasi proyek, hingga kolaborasi dengan mitra internasional.
Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi mengatakan, penerapan AI dalam GLOBE merupakan bagian dari transformasi pengembangan talenta perusahaan menuju pembelajaran digital yang lebih modern dan personal.
“GLOBE bukan sekadar program belajar bahasa, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran berbasis AI yang mampu menyesuaikan materi dengan kebutuhan setiap peserta. Kami ingin Perwira Pertamina Drilling lebih percaya diri berkomunikasi di lingkungan internasional sekaligus semakin akrab memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan produktivitas kerja,” kata Abimanyu.
Melalui GLOBE, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan teknologi AI dalam pengembangan sumber daya manusia, sehingga mampu melahirkan talenta yang adaptif, berdaya saing global, dan siap mendukung visi perusahaan menjadi penyedia layanan pengeboran kelas dunia.
Sedangkan dari sisi ELSA Business, program ini dapat mempercepat pengembangan kompetensi komunikasi profesional di industri energi sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi AI dalam pengembangan sumber daya manusia.
Yasser Muhammad Syaiful, Country Director ELSA Business Indonesia mengatakan, “Dengan meningkatnya kolaborasi lintas negara di industri energi, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi strategis yang melengkapi keunggulan teknis. Melalui GLOBE, kami ingin membantu talenta Pertamina Drilling membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan dukungan AI, sehingga mereka semakin siap berkolaborasi, menangkap peluang global, dan menciptakan nilai bagi perusahaan."
Program ini merupakan inisiatif Human Capital yang menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing pekerja melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung ekspansi bisnis di pasar energi internasional.
Transformasi industri energi mendorong semakin intensifnya kolaborasi lintas negara, baik dalam pengembangan proyek, transfer teknologi, maupun kerja sama dengan mitra internasional. Kondisi tersebut membuat kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kompetensi yang semakin penting bagi para profesional.
Baca Juga: Pertamina Drilling Bukukan Laba Bersih per Januari 104,4% di Atas Target
Meski Indonesia memiliki banyak talenta dengan kompetensi teknis yang mumpuni, masih banyak profesional yang menghadapi tantangan dalam menyampaikan ide, berdiskusi, maupun berkolaborasi secara efektif dalam bahasa Inggris. Kesenjangan antara kemampuan teknis dan kemampuan komunikasi ini dapat menjadi hambatan dalam membangun kolaborasi lintas batas serta membuka peluang karir di tingkat global.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, penguasaan bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang terus memperluas kiprahnya di pasar global. Menurutnya, pemanfaatan AI dalam GLOBE menjadi terobosan untuk mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“GLOBE merupakan langkah strategis untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pondasi komunikasi global yang kuat. Dengan dukungan teknologi AI, proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan bisnis internasional,” ujar Avep.
Baca Juga: Pertamina Drilling Rampungkan 5 Sumur JOB Tomori Lebih Cepat
Menjawab tantangan tersebut, GLOBE memanfaatkan teknologi AI dari ELSA Business guna menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, praktis, dan adaptif. Melalui AI Learning Agent, peserta memperoleh umpan balik terhadap kemampuan berbicara secara real-time, evaluasi pengucapan yang akurat, serta learning path yang dipersonalisasi sesuai tingkat kemampuan dan kebutuhan pekerjaan di industri energi.

Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta berlatih secara mandiri kapan saja dan di mana saja, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris pada situasi profesional, mulai dari diskusi teknis, presentasi proyek, hingga kolaborasi dengan mitra internasional.
Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi mengatakan, penerapan AI dalam GLOBE merupakan bagian dari transformasi pengembangan talenta perusahaan menuju pembelajaran digital yang lebih modern dan personal.
“GLOBE bukan sekadar program belajar bahasa, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran berbasis AI yang mampu menyesuaikan materi dengan kebutuhan setiap peserta. Kami ingin Perwira Pertamina Drilling lebih percaya diri berkomunikasi di lingkungan internasional sekaligus semakin akrab memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan produktivitas kerja,” kata Abimanyu.
Melalui GLOBE, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan teknologi AI dalam pengembangan sumber daya manusia, sehingga mampu melahirkan talenta yang adaptif, berdaya saing global, dan siap mendukung visi perusahaan menjadi penyedia layanan pengeboran kelas dunia.
Sedangkan dari sisi ELSA Business, program ini dapat mempercepat pengembangan kompetensi komunikasi profesional di industri energi sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi AI dalam pengembangan sumber daya manusia.
Yasser Muhammad Syaiful, Country Director ELSA Business Indonesia mengatakan, “Dengan meningkatnya kolaborasi lintas negara di industri energi, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi strategis yang melengkapi keunggulan teknis. Melalui GLOBE, kami ingin membantu talenta Pertamina Drilling membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan dukungan AI, sehingga mereka semakin siap berkolaborasi, menangkap peluang global, dan menciptakan nilai bagi perusahaan."
(akr)
Lihat Juga :