Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Selasa, 28 Juli 2026 - 19:43 WIB
loading...
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melaporkan kinerja di Semester I 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan pendapatan sebesar Rp4 triliun pada semester I 2026 atau meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil mempertahankan adjusted EBITDA positif sebesar Rp10 miliar sebagai hasil transformasi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional.
"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," kata Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Bukalapak mencatat pada kuartal II 2026 pendapatan sebesar Rp1,6 triliun dengan margin kontribusi Rp72 miliar. Secara kumulatif, margin kontribusi sepanjang semester I 2026 meningkat 11% menjadi Rp171 miliar, sementara adjusted EBITDA kuartal II tercatat positif Rp6 miliar. Dengan demikian, adjusted EBITDA semester I 2026 mencapai Rp10 miliar atau membaik sekitar Rp44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih negatif Rp34 miliar.
Segmen Gaming menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perusahaan. Pada kuartal II 2026, segmen ini membukukan pendapatan Rp1,39 triliun, sedangkan secara kumulatif semester I 2026 pendapatannya melonjak 42% secara tahunan menjadi Rp3,5 triliun, didukung ekspansi bisnis internasional. Segmen tersebut juga mencatat adjusted EBITDA positif sebesar Rp7 miliar pada kuartal II.
Baca Juga: Mitra Bukalapak Kantongi Rp5 Juta per Bulan dari Warung Sembako
Di segmen Mitra Bukalapak, pendapatan kuartal II tercatat Rp152 miliar, turun dibandingkan Rp188 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan semester I juga terkoreksi 27% secara tahunan akibat strategi perusahaan yang lebih selektif dalam memilih produk guna meningkatkan profitabilitas. Meski demikian, margin kontribusi segmen ini meningkat 48% menjadi Rp29 miliar, sedangkan adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya negatif Rp9 miliar.
Sementara itu, segmen Investment melalui BMoney mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 68% secara tahunan menjadi Rp44 miliar pada semester I 2026. Margin kontribusi naik 62% menjadi Rp15 miliar, didukung pertumbuhan assets under management (AUM) yang telah melampaui Rp6 triliun.
Di sisi lain, segmen Retail membukukan pendapatan Rp60 miliar pada kuartal II 2026. Hingga akhir semester I, pendapatan segmen tersebut mencapai Rp139 miliar, turun 14% dibandingkan Rp162 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring strategi perusahaan dalam mengoptimalkan portofolio produk, pengelolaan persediaan, serta ekspansi gerai yang lebih selektif.
Baca Juga: Ekspansi Global, Bukalapak Perkuat Ekosistem Gaming lewat Joytify
Victor mengatakan pertumbuhan bisnis Gaming, membaiknya profitabilitas segmen Mitra, serta peningkatan kinerja bisnis Investment menunjukkan transformasi yang dijalankan perseroan mulai membuahkan hasil. Dengan dukungan kondisi neraca yang kuat, Bukalapak akan terus menjaga disiplin operasional dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di seluruh lini usaha.
"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," kata Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Bukalapak mencatat pada kuartal II 2026 pendapatan sebesar Rp1,6 triliun dengan margin kontribusi Rp72 miliar. Secara kumulatif, margin kontribusi sepanjang semester I 2026 meningkat 11% menjadi Rp171 miliar, sementara adjusted EBITDA kuartal II tercatat positif Rp6 miliar. Dengan demikian, adjusted EBITDA semester I 2026 mencapai Rp10 miliar atau membaik sekitar Rp44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih negatif Rp34 miliar.
Segmen Gaming menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perusahaan. Pada kuartal II 2026, segmen ini membukukan pendapatan Rp1,39 triliun, sedangkan secara kumulatif semester I 2026 pendapatannya melonjak 42% secara tahunan menjadi Rp3,5 triliun, didukung ekspansi bisnis internasional. Segmen tersebut juga mencatat adjusted EBITDA positif sebesar Rp7 miliar pada kuartal II.
Baca Juga: Mitra Bukalapak Kantongi Rp5 Juta per Bulan dari Warung Sembako
Di segmen Mitra Bukalapak, pendapatan kuartal II tercatat Rp152 miliar, turun dibandingkan Rp188 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan semester I juga terkoreksi 27% secara tahunan akibat strategi perusahaan yang lebih selektif dalam memilih produk guna meningkatkan profitabilitas. Meski demikian, margin kontribusi segmen ini meningkat 48% menjadi Rp29 miliar, sedangkan adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya negatif Rp9 miliar.
Sementara itu, segmen Investment melalui BMoney mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 68% secara tahunan menjadi Rp44 miliar pada semester I 2026. Margin kontribusi naik 62% menjadi Rp15 miliar, didukung pertumbuhan assets under management (AUM) yang telah melampaui Rp6 triliun.
Di sisi lain, segmen Retail membukukan pendapatan Rp60 miliar pada kuartal II 2026. Hingga akhir semester I, pendapatan segmen tersebut mencapai Rp139 miliar, turun 14% dibandingkan Rp162 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring strategi perusahaan dalam mengoptimalkan portofolio produk, pengelolaan persediaan, serta ekspansi gerai yang lebih selektif.
Baca Juga: Ekspansi Global, Bukalapak Perkuat Ekosistem Gaming lewat Joytify
Victor mengatakan pertumbuhan bisnis Gaming, membaiknya profitabilitas segmen Mitra, serta peningkatan kinerja bisnis Investment menunjukkan transformasi yang dijalankan perseroan mulai membuahkan hasil. Dengan dukungan kondisi neraca yang kuat, Bukalapak akan terus menjaga disiplin operasional dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di seluruh lini usaha.
(nng)
Lihat Juga :