Kerentanan UMKM Menjadi Penentu Tipe Bantuan yang Diterima

Rabu, 23 September 2020 - 04:24 WIB
loading...
Kerentanan UMKM Menjadi...
Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari menuturkan bahwa profil kerentanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penentu tipe bantuan apa yang akan diterima. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari menuturkan bahwa profil kerentanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penentu tipe bantuan sosial (bansos) apa yang akan diterima oleh mereka. Untuk itu, kelompok UMKM ini terbagi menjadi empat kategori sesuai tingkat kerentanan mereka.

(Baca Juga: Kata Sandiaga Uno: UMKM Bisa Tetap Jadi Pahlawan Ekonomi )

"Ada kategori vulnerable, dimana pelaku UMK yang tidak mempunyai tabungan dan tidak punya pinjaman pada lembaga keuangan formal. Mereka tidak terjangkau juga oleh lembaga keuangan formal, sehingga, status mereka saat ini harusnya sudah mendapat bantuan dari pihak ketiga dalam bentuk bansos atau bantuan produktif usaha mikro," ujar Supari dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk "Mendorong Usaha Mikro Bertahan di Masa Pandemi" di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Kemudian, kategori rentan selanjutnya adalah golongan survival. Pelaku UMK golongan ini tidak memiliki tabungan, tetapi mereka memiliki pinjaman. Dalam situasi saat ini, mereka sudah menggunakan modal kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Tentunya saat aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan, mereka akan memerlukan tambahan modal kerja. Jadi, disini mereka perlu diberikan keringanan seperti restrukturisasi, subsidi bunga, dan kredit lunak tambahan modal kerja bersubsidi dengan pola penjaminan," tambah Supari.

Kategori yang ketiga selanjutnya adalah golongan striving. Para pelaku UMK striving memiliki tabungan dan pinjaman, mereka juga mempunyai ketahanan dalam jangka waktu kurang lebih 6 bulan.

(Baca Juga: Sandiaga Uno: 47% UMKM KO di Ronde Pertama Lawan Covid-19 )

"Kebutuhan utama mereka adalah restrukturisasi dan tambahan modal kerja dengan skema lunak, khususnya saat masa recovery nanti. Sehingga keringanan yang bisa diberikan adalah restrukturisasi dan kredit bunga ringan dengan penjaminan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau skema kredit lunak lainnya," jelas Supari.

Lalu kategori terakhir adalah golongan upgrader. Pelaku UMK upgrader memiliki tabungan, tetapi mereka tidak memiliki pinjaman. Kelompok ini, lanjut dia, tentunya bisa survive dalam waktu yang lebih panjang daripada pelaku UMK yang tergolong di kategori-kategori lainnya.

"Oleh karena itu, mereka dibantu dengan tambahan modal kerja dengan kredit bunga ringan dan penjaminan," pungkas Supari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Rekomendasi
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved