Pengusaha Sektor Properti Ikutan Minta Insentif Pajak

Jum'at, 25 September 2020 - 12:09 WIB
loading...
Pengusaha Sektor Properti...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisaris sekaligus Owner PT Sehati Bangun Pratama Erman Sumirat mengatakan, sektor perumahan di Indonesia masih besar potensinya. Dia juga menyampaikan bahwa dirinya masih optimistis bahwa sektor properti bisa pulih meski diterpa pandemi Covid-19 .

"Di Indonesia, masih ada demand terhadap perumahan. Memang beberapa perusahaan besar di sektor properti harga sahamnya turun, tapi saya yakin kedepannya bisa pulih karena suatu saat dunia akan kembali recovery," ujar Erman dalam IDX Channel Live Market Review di Jakarta, Jumat (25/9/2020). ( Baca juga:PSBB Bikin Sepi, Pengusaha Mal Minta Penghapusan Bayar Pajak )

Secara jangka pendek, segmen rumah minimalis di bawah Rp500 juta tidak terlalu terimbas. Dia mengatakan, saat ini perusahaannya tidak terlalu terimbas oleh pandemi karena penggunaan sistem business to business (B2B), Sehati Bangun Pratama bermitra dengan BTN dan BNI.

"Kami bukan bermain ritel, tapi B2B sehingga kami dibantu channeling oleh Bank BTN dan BNI untuk tahu sektor mana yang potensial dan mana yang perlu diwaspadai atau berisiko," tambah Erman.

Dia menyampaikan, PT Sehati Bangun Pratama berfokus pada membangun perumahan yang harganya affordable dan homey, yang cocok untuk segmen menengah khususnya pasangan muda. Terlebih lagi, pasangan muda yang menjadi segmen pasarnya seringkali double income, sehingga proses pencairan ke bank lebih mudah daripada single income buyer.

"Demand rumah selalu ada, meski bisa dikatakan turun sedikit. Tapi kami akali juga dengan segmentasi pasar yang kami ubah ke universitas, pegawai BUMN, dan juga anggota TNI dan Polri. Kami juga berkomitmen membangun rumah minimalis dan affordable, cicilannya bisa Rp3 juta atau bahkan kurang dari Rp3 juta per bulannya," tutur Erman. ( Baca juga:Wakil Ketua DPD RI Bandingkan Kinerja Kejagung dan KPK )

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa ada baiknya pemerintah juga memberikan insentif berupa keringanan pajak bagi sektor properti. "Untuk pemerintah, boleh enggak kalau pajak rumah diturunkan? Karena ini pajaknya untuk buyer, dan ini segmen yang nanggung. Kalau bisa diberikan insentif pajak seperti yang diberikan ke pajak kendaraan," pungkas Erman.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Mengukur Potensi Properti...
Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Otomatis, Ini yang Perlu Wajib Pajak Tahu
Pemprov Jakarta Pertahankan...
Pemprov Jakarta Pertahankan Insentif Pajak dan Bebas Ganjil Genap bagi Kendaraan Listrik
Jurang Antara Target...
Jurang Antara Target dan Realita: Gaikindo Ngotot Tembus 900 Ribu Unit, Berharap Obat Mujarab dari Pemerintah
Rekomendasi
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved