Petani Bireun Diajarkan Cara Kelola Keuangan

Minggu, 27 September 2020 - 19:31 WIB
loading...
Petani Bireun Diajarkan...
Untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola keuangan rumah tangga, Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Aceh gelar Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) program IPDMIP. Foto/Dok
A A A
BIREUN - Untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola keuangan rumah tangga, Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Aceh, melaksanakan kegiatan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) program IPDMIP Tahun 2020, 21-24 September 2020. Pelatihan ini diikuti oleh 80 pasangan rumah tangga (suami- istri) yang terpilih atau 160 masyarakat yang terlibat lansung dalam program IPDMIP selama ini.

(Baca Juga: Selain Sumut dan Kalteng, 3 Provinsi ini Dilirik Jadi Lumbung Pangan Nasional )

Pelatihan diadakan di tujuh Kecamatan terpilih yang terlibat dalam program IPDMIP, yaitu Kecamatan Makmur diadakan di Desa Ulee glee, Kecamatan Pandrah diadakan di Desa Cot Lubeng, Kecamatan Peudada diadakan di Desa Cot Keutapang, Kecamatan Gandapura di Desa Tanjong Mesjid, Kecamatan Peusangan Selatan diadakan di Desa Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng diadakan di Desa Pante Baro Kumbang, dan Kecamatan Samalanga diadakan di Desa Ulee U.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani Indonesia harus menjadi menjadi petani yang maju, mandiri, dan modern. “Petani harus bisa mengelola keuangan dengan baik untuk menjalankan usahanya. Inilah yang membut petani mandiri. Dengan begitu, petani akan mengerti langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga dan memaksimalkan usahanya,” tutur Mentan SYL

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengutarakan, petani harus mengubah mindset. “Kalau dahulu petani datang ke lahan pertanian karena keharusan semata, kali ini mindset itu, pikiran itu harus diubah. Petani harus datang ke lahan untuk bisnis. Berarti harus dipikirkan cara meningkatkan penghasilan," tuturnya.

Dengan kata lain, petani harus mengerti alur pertanian dari hulu sampai hilir. “Jangan hanya tahu cara mengolah lahan, petani juga harus paham mengelola keuangan, dan mengemas produksi pertanian agar nilainya meningkat,” katanya.

Dengan PLEK yang melibatkan pasangan rumah tangga, diharapkan mereka dapat saling mendukung dalam mengelola keuangan rumah tangga, sehingga menjadi rumah tangga yang sukses dalam mengelola usaha taninya.

(Baca Juga: Petani Antusias, Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan Digelar Lagi di Bireun )

Pelatih dalam kegiatan ini adalah ketua kelompok tani yang sudah mendapatkan training sebagai trainer pada pelatihan sebelumnya. Sehingga terlihat adanya kedekatan diantara mereka dalam pelatihan tersebut.

Kegiatan pelatihan ini tetap dilaksanakan walaupun masih dalam masa pandemi, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Peserta terlihat antusias mempelajari sistem menulis laporan keuangan untuk mereka sendiri.

Apalagi selama ini mereka tidak mencatat pengeluaran ataupun pemasukan mulai dari tanam sampai ke masa panen, dan setelah mengikuti pelatihan ini petani sudah paham pentingnya pencatatan keuangan dalam usahanya.

Pelatihan ini juga didampingi oleh Kepala BPP, Penyuluh Pertanian Lapangan, dan Staf dari Dinas Pertanian. Konsultan Kabupaten Bireuen beserta Kasie Bidang Penyuluhan melihat secara langsung akan semangat petani mengikuti proses pelatihan dan sempat berdiskusi dengan beberapa petani peserta PLEK tersebut.

Menurut seorang pelatih dari kelompok masyarakat di Desa Cot Keutapang, Kecamatan Peudada, Husaini, program IPDMIP sangat membantu petani seperti diadakannya SL, adanya bantuan benih dan Pelatihan PLEK. “Diharapkan pemerintah nantinya dapat terus mendampingi masyarakat melalui program-program seperti ini, apalagi pada masa pandemic corona, perhatian Pemerintah sangat diharapkan,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
BLFC Mojokerto Jadi...
BLFC Mojokerto Jadi Contoh Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani
Rekomendasi
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Infografis
5 Cara Keji Israel Membunuh...
5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved