Orang Miskin Baru Bermunculan, Pilihan Sulit Kawasan Asia Timur dan Pasifik
Selasa, 29 September 2020 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
"Penutupan sekolah akibat COVID-19 dapat menyebabkan hilangnya waktu untuk penyesuaian belajar setara 0,7 tahun bersekolah, di negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik," katanya saat video virtual di Jakarta, Selasa (29/9/2020).
Sebagai akibatnya, rata-rata seorang siswa di kawasan ini mungkin menghadapi penurunan nilai penghasilan sebesar 4% dari yang diharapkan, setiap tahunnya, kelak pada usia produktif mereka.
(Baca Juga: Waduh! Perempuan Miskin di Indonesia Paling Banyak, Ini Kata Bappenas Loh )
Kondisi hutang negara dan swasta, seiring dengan menurunnya tingkat neraca perbankan dan meningkatnya ketidakpastian, menimbulkan risiko kepada investasi yang dilakukan oleh pihak negara maupun swasta. Ditambah juga kepada stabilitas perekonomian di mana kawasan ini justru membutuhkan keduanya.
Adapun defisit fiskal yang besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan menyebabkan meningkatnya hutang pemerintah pada angka rata-rata 7% dari PDB pada tahun 2020. "Laporan ini menganjurkan dilakukannya reformasi fiskal untuk menggerakkan pendapatan melalui pemungutan pajak secara lebih progresif dan pengurangan pemborosan," beber dia.
Sebagai akibatnya, rata-rata seorang siswa di kawasan ini mungkin menghadapi penurunan nilai penghasilan sebesar 4% dari yang diharapkan, setiap tahunnya, kelak pada usia produktif mereka.
(Baca Juga: Waduh! Perempuan Miskin di Indonesia Paling Banyak, Ini Kata Bappenas Loh )
Kondisi hutang negara dan swasta, seiring dengan menurunnya tingkat neraca perbankan dan meningkatnya ketidakpastian, menimbulkan risiko kepada investasi yang dilakukan oleh pihak negara maupun swasta. Ditambah juga kepada stabilitas perekonomian di mana kawasan ini justru membutuhkan keduanya.
Adapun defisit fiskal yang besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan menyebabkan meningkatnya hutang pemerintah pada angka rata-rata 7% dari PDB pada tahun 2020. "Laporan ini menganjurkan dilakukannya reformasi fiskal untuk menggerakkan pendapatan melalui pemungutan pajak secara lebih progresif dan pengurangan pemborosan," beber dia.
Lihat Juga :