Banyak Miliki Usaha Properti, BUMN Dinilai Harus Fokus
Rabu, 30 September 2020 - 15:15 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai perlu untuk berfokus pada core business-nya sehingga memiliki daya saing yang tinggi, baik di tingkat domestik maupun global. Restrukturisasi perlu dilakukan sehingga perusahaan milik negara lebih fokus pada pengembangan bisnis sesuai dengan core business-nya. Sejumlah BUMN memiliki anak usaha dan cucu usaha yang bergerak diluar core business.
Sebut saja PT Pertamina (Persero) yang memiliki anak usaha dan cucu usaha di bidang properti, yakni PT Patra Jasa dan PT Patra Land. Selain Pertamina, BUMN lain yang memiliki anak usaha di bidang properti, yakni PT Timah (Persero) Tbk dengan anak usaha PT Timah Property. Lalu BUMN konstruksi, seperti PT Wijaya Karya Tbk yang memiliki anak usaha PT Wika Realty, PT Hutama Karya (Persero) dengan anak usaha PT HK Realty, PT Waskita Karya Tbk dengan anak usaha Wika Realty, PT Adhi Karya Tbk dengan anak usaha PT Adhi Persada Property dan PT Adhi Commuter Property, serta PT PP Tbk yang memiliki anak usaha PT PP Properti Tbk. (Baca: Penyebab Rezeki Tidak Lancar dan Penawarnya)
Ketua Umum Sinergi Nawa Cita Indonesia (SNCI) Prof. Dr. Suryo Atmanto, MBA menilai, diperlukan restrukturisasi BUMN dengan pembentukan holding akan fokus pada pengembangan bisnis ke depan, sedangkan subholding fokus pada upaya mencapai operasi yg ekselen sehingga efisien dan berdaya saing.
”Konsep BUMN hanya mempunyai empat holding saja, yaitu infrastruktur dan wilayah, energi dan tambang, pangan dan hayati, serta industri strategis, sehingga akan fokus,” katanya di Jakarta, kemarin.
Dia menilai, BUMN harus efisien pengelolaannya dan efektif core business-nya sehingga meningkatkan daya saing dan memperkecil entry barrier. Dengan demikan, otomatis BUMN akan menjadi mandiri dan tidak bergantung pada modal negara lagi.
Sebut saja PT Pertamina (Persero) yang memiliki anak usaha dan cucu usaha di bidang properti, yakni PT Patra Jasa dan PT Patra Land. Selain Pertamina, BUMN lain yang memiliki anak usaha di bidang properti, yakni PT Timah (Persero) Tbk dengan anak usaha PT Timah Property. Lalu BUMN konstruksi, seperti PT Wijaya Karya Tbk yang memiliki anak usaha PT Wika Realty, PT Hutama Karya (Persero) dengan anak usaha PT HK Realty, PT Waskita Karya Tbk dengan anak usaha Wika Realty, PT Adhi Karya Tbk dengan anak usaha PT Adhi Persada Property dan PT Adhi Commuter Property, serta PT PP Tbk yang memiliki anak usaha PT PP Properti Tbk. (Baca: Penyebab Rezeki Tidak Lancar dan Penawarnya)
Ketua Umum Sinergi Nawa Cita Indonesia (SNCI) Prof. Dr. Suryo Atmanto, MBA menilai, diperlukan restrukturisasi BUMN dengan pembentukan holding akan fokus pada pengembangan bisnis ke depan, sedangkan subholding fokus pada upaya mencapai operasi yg ekselen sehingga efisien dan berdaya saing.
”Konsep BUMN hanya mempunyai empat holding saja, yaitu infrastruktur dan wilayah, energi dan tambang, pangan dan hayati, serta industri strategis, sehingga akan fokus,” katanya di Jakarta, kemarin.
Dia menilai, BUMN harus efisien pengelolaannya dan efektif core business-nya sehingga meningkatkan daya saing dan memperkecil entry barrier. Dengan demikan, otomatis BUMN akan menjadi mandiri dan tidak bergantung pada modal negara lagi.
Lihat Juga :