Opung Luhut! Jika Asas Cabotage Dicabut, Kedaulatan Maritim Kita Terancam

Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:51 WIB
loading...
Opung Luhut! Jika Asas...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setiap kapal angkutan yang berlayar di lautan Indonesia harus berbendera merah putih. Ketentuan itu mengacu pada asas cabotage yang ditegaskan dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2005 dan Undang-Undang Pelayaran No. 17 Tahun 2008.

Namun, belakangan ini tersiar kabar bahwa pemerintah akan mencabut regulasi tersebut. Tak pelak, nantinya investor asing pun diizinkan untuk mengoperasikan kapal angkutannya untuk mengirim logistik . Rencana itu dinilai akan mengancam kedaulatan maritim Tanah Air.

"Tentu (potensi kehilangan maritim) cukup besar, karena distribusi logistik di negara kita ini didominasikan penggunaan kapal, karena negara kepulauan. Jika asas cabotage dibuka akan mengganggu kedaulatan negara juga," kata Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) Carmelita Hartoto dalam acara Market Review di IDX Channel, Kamis (1/10/2020). ( Baca juga:Nanjak 2,05 Persen, IHSG Ditutup Menguat ke Level 4.970 )

Menurutnya, kapal merah putih milik nasional dapat dimobilisasi sebagai komponen pertahanan negara, sedangkan kapal Indonesia yang dimiliki asing pasti akan enggan bahkan kemungkinan akan hengkang dari Indonesia.

"Kapal merah putih sangat penting karena terkait peran sebagai komponen pertahanan dan keamanan nasional dalam mendukung negara dalam keadaan bahaya serta sebagai pemersatu dari NKRI," katanya. ( Baca juga:Suriah: Turki Bertanggung Jawab atas Peningkatan Ketegangan di Nagorno-Karabakh )

Dia berharap, pemerintah lebih baik memperhatikan kondis pengusaha pelayaran dalam negeri, ketimbang dari mancanegara.

"Kita sebagai negara maritim terbesar di dunia, sudah sepatutnya mendapakan perlakuan khusus, karena mengingat kapal adalah jembatan dari 17 ribu pulau di Indonesia. Kapal merajut seluruh pulau yang ada di Indonesia," kata dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa China Tembus Blokade Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel Minyak Irak
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Rekomendasi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved