Wakilnya Anies Minta BPJamsostek Perbesar Investasi untuk Bank DKI

Kamis, 01 Oktober 2020 - 20:08 WIB
loading...
Wakilnya Anies Minta...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta A. Riza Patria mempertanyakan kebijakan BPJamsostek yang tidak memperhatikan Bank DKI dalam penempatan dana investasi di sepanjang semester pertama 2020.

Menurutnya, penempatan dana investasi di Bank DKI baru terjadi pada Mei 2020 dan hanya sebesar Rp400 miliar. Jumlah dana tersebut tidak sepadan dengan kontribusi iuran BPJamsostek dari wilayah DKI Jakarta.

“DKI Jakarta kontributor terbesar iuran BPJamsostek nasional. Setidaknya ada 43% iuran BP Jamsostek nasional berasal dari DKI Jakarta,” kata Riza dalam webinar di Jakarta, Kamis (1/10/2020). ( Baca juga:Nikmat, di Tengah Pandemi Industri Kopi Bisa Seruput Devisa USD211 Juta )

Dia juga menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berperan dalam mensukseskan program BPJamsostek, seperti pada tahun 2020 telah membayarkan iuran BPJamsostek untuk pekerja non-ASN hingga lebih dari Rp200 miliar.

Di samping itu, dia menambahkan, pihaknya juga mempunyai payung hukum yang mendukung program BPJamsostek. Seperti Pergub Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta No. 55 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Jaminan Sosial Bagi Tenaga Kerja Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 200 Tahun 2016 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial Pekerja Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Kami sudah mendukung kinerja Jamsostek sebaiknya juga direspons serius. Sehingga ada sinergi yang mendukung program pembangunan tidak saja distribusi dana investasi BP Jamsostek melalui perbankan daerah, namun juga bisa mendukung program BUMD strategis lainnya di wilayah DKI Jakarta,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Masyarakat Peduli BPJS Hery Susanto menambahkan pendapatan investasi dana BP Jamsostek memberikan imbal hasil kepada peserta jaminan hari tua (JHT) yakni sebesar 7% (data bpjstku 2020). Angka imbal hasil ini lebih tinggi sekitar 2% dibandingkan rata-rata bunga deposito bank pemerintah. “Bunga penempatan deposito sesuai BI rate itu sudah bagus. Jangan meminta bunga deposito terlalu tinggi hingga di atas 7% ke BPD. Dampaknya bisa memberatkan debitur yang meminjam dana ke pihak BPD yang kebanyakan para ASN, UMKM dan lainnya,” kata Hery dalam kesempatan sama.

Namun, menurut Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJamsostek, Poempida Hidayatullah, penempatan dana investasi di bank juga harus sesuai dengan good governance. "Kami memastikan penempatan dana ke perbankan harus memenuhi skoring layak atau tidak untuk mendapatkan dana investasi," ujar Poempida menjelaskan. ( Baca juga:Guru Ngaji dan Honorer Harusnya Sejak Awal Covid-19 Dapat Perhatian )

Dirinya juga akan mengevaluasi penempatan dana ke tujuh BPD se-Indonesia termasuk Bank DKI. Bahkan dia juga siap mengevaluasi kondisi sebenarnya serta mengapa sampai terjadi seperti itu. “Kita juga bisa tanyakan nanti kepada para BPD apa saja kontribusi mereka bagi kesejahteraan buruh. Khususnya kredit ringan atau KPR murah bagi buruh. Jadi ini juga harus disiapkan. Sehingga penempatan dana juga harus berdasarkan manfaat bagi buruh,” jelas Poempida.

Menurutnya sikap kritis terhadap BPJamsostek dalam mengelola dana pekerja harus digelorakan agar berpihak terhadap pekerja. Serta tidak membiarkan potensi terjadinya mafia investasi. “Saya sudah sering mengatakan bahwa tidak ada hal yang harus ditutupi membahas investasi dana BPJamsostek sebab harus menjalankan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas sesuai prinsip BPJS,” tegasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Rekomendasi
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved