Trump Positif Corona, Waspada Guncangan Pasar Keuangan

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 13:42 WIB
loading...
Trump Positif Corona,...
Presiden AS Donald Trump mengklaim dirinya positif Covid-19 lewat Twitter. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ekonomi Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy menilai pengumuman bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump positif Covid-19 bisa membuat pasar keuangan dunia terguncang. Lantaran kegiatan program-program penting di AS akan terhambat karena Trump dikarantina.

"Jika bisa pulih lebih cepat saya kira dampaknya lebih kepada sentimen di pasar keuangan dengan jangka waktu pendek, karena ada potensi ketidakpastian dengan positif Covid-19 nya Trump. Namun jika proses pemulihan akan lebih lama bahkan jika sampai ke hari pemilihan, saya kira sentimennya negatif akan lebih besar," ujar Yusuf saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Lewat Twitter, Trump Konfirmasi Dirinya Terinfeksi Covid-19

Dia melanjutkan memang dampak dari positifnya Trump ini akan dipengaruhi seberapa lama Trump bisa pulih dari Covid-19. Jika sembuh cepat, artinya ada potensi green back atau capital outflow dari negara-negara emerging market seperti Indonesia. "Kalau penyembuhannya cepat, potensi green back atau capital outflow dari negara-negara emerging market seperti Indonesia bisa terjadi," jelasnya.

Baca Juga: Makin Ngeri! Corona Renggut Lagi Nyawa Pejabat RI

Namun efek Trump positif Covid-19 tidak akan membuat resesi Amerika Serikat berkepanjangan. Sebab, stimulus yang diberikan akan bisa menahan potensi lanjutan resesi. "Lantas apakah akan memperpanjang resesi di AS, saya kira kecil kemungkinan karena faktor trump positif ini akan lebih banyak dipengaruhi stimulus lanjutan baik itu dari sisi moneter maupun fiskal," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved