Tiga Kunci untuk Membuka Empat Masalah yang Membelit Ekonomi Syariah

Selasa, 06 Oktober 2020 - 08:30 WIB
loading...
Tiga Kunci untuk Membuka...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat tiga aspek transformasi yang meliputi hukum, kelembagaan, dan kebijakan merupakan kunci untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional .

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan Bank Indonesia (BI) memandang penting pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) untuk menopang perekonomian nasional .

"Penting pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional, khususnya pada periode pemulihan ekonomi di era new normal," ujar Dody di Jakarta, Senin (5/10/2020).

Lebih lanjut, Dody Budi Waluyo menyampaikan bahwa di tengah berbagai pencapaiannya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih menghadapi empat tantangan. Pertama, permodalan, terutama bagi lembaga keuangan syariah untuk perluasan jangkauan, maupun akses pendanaan bagi pelaku usaha yang relatif lebih mahal.

Kedua, inovasi produk barang dan jasa berbasis syariah yang perlu dikembangkan untuk lebih variatif dan market friendly. Ketiga, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang perlu ditingkatkan untuk pengembangan eksyar, baik pada level industri maupun yayasan pengelola dana Islam.

"Keempat, infrastruktur yang perlu diperkuat, terutama dalam hal perluasan layanan keuangan syariah dan pemanfaatan teknologi maupun informasi," katanya. ( Baca juga:Ini Dia Catatan Ciamik Komisi IV Soal Pupuk Bersubsidi )

Dia melanjutkan, tantangan tersebut dapat diatasi melalui transformasi yang meliputi tiga aspek utama. Pertama, aspek hukum yang jelas mengenai eksyar.

"BI menyambut baik kajian RUU Ekonomi Syariah sebagai dasar hukum yang diharapkan dapat menstimulus pengembangan ekosistem rantai nilai halal dan menciptakan iklim berusaha yang sehat dan berkelanjutan baik dari sisi Industri, UMKM, maupun penggunaan dana sosial Islam," bebernya. ( Baca juga:Larangan Demo dan Berkumpul untuk Cegah Covid-19 )

Kedua, aspek kelembagaan yang terus diperkuat. Perubahan dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan peluang mewujudkan koordinasi pengembangan eksyar yang lebih baik dan terintegrasi.

Ketiga, kebijakan EKSyar harus dikembangkan dengan seimbang dalam dua arah, yakni konsolidasi dan ekspansi. Sementara, kebijakan konsolidasi ditujukan dalam memastikan kesehatan lembaga keuangan syariah, efisiensi tugas, dan stabilitas pasar keuangan syariah.

"Sementara kebijakan ekspansi berfokus pada aksesibilitas pembiayaan dan pengembangan usaha syariah pada sektor-sektor potensial untuk mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dengan didukung dengan digitalisasi," tukasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Berita Terkini
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Infografis
Manfaat Susu untuk Sendi...
Manfaat Susu untuk Sendi dan Tulang yang Sering Diabaikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved