Paceklik Penerbangan Masih Panjang, Bos Garuda Ngarep Peluang Emas di Akhir Tahun

Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:12 WIB
loading...
A A A
Garuda sendiri, ujar Irfan, telah mengalami kondisi paling buruk dalam sejarah industri dan sejarah perusahaan pada Mei 2020. Kala itu, jumlah penumpang turun drastis hingga ke level satu digit.

Kala itu pun perusahaan tidak bisa mendapatkan momen-momen puncak alias peak season seperti tahun-tahun sebelumnya, antara lain momen umrah, haji, hingga mudik lebaran. (Lihat video: Mulai November, Arab Saudi Izinkan Kembali Jemaah Luar Negeri Untuk Beribadah Umroh )

"Ini situasi sangat buruk untuk perusahaan seperti Garuda. Apalagi kemudian kita mengalami kejadian di mana kita tidak bisa lagi menikmati masa emas tiap tahun atau peak time penerbangan. Misalnya umrah dan haji, begitu pemerintah menutup kunjungan umrah dan pemerintah Indonesia memutuskan tidak mengirim haji tahun ini. Ini pukulan sangat berarti dan berat untuk Garuda," kata dia.

Sehingga, saat ini, tinggal tersisa satu kesempatan emas di tahun ini yaitu pada libur natal dan tahun baru yang biasanya menjadi waktu sibuk bagi maskapai. Keterpurukan itu pun, menurut dia, ditambah lagi dengan adanya pembatasan penerbangan antar negara untuk mencegah penularan Covid-19. (Baca juga: Ethiopia Larang Penerbangan di Atas Bendungan Demi Keamanan )

"Termasuk Indonesia yang melarang WNA masuk kecuali dalam kondisi tertentu. Demikian juga banyak negara yang kalau dibolehkan masuk perlu karantina 14 hari. Ini yang memberatkan kita sehingga penerbangan internasional ke negara yang biasa diterbangkan pada hari ini hanya dipenuhi penumpang repatriasi," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Efek Domino Selat Hormuz:...
Efek Domino Selat Hormuz: Pasokan Avtur Eropa Tercekik, 20 Ribu Penerbangan Dibatalkan
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Singapore Airlines Tambah...
Singapore Airlines Tambah Penerbangan ke Amsterdam, Tiket Mulai Dijual Mei Ini
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved