Paceklik Penerbangan Masih Panjang, Bos Garuda Ngarep Peluang Emas di Akhir Tahun
Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:12 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan industri penerbangan masih menghadapai situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19. Bahkan, bukan hal yang mengagetkan kalau ada perusahaan maskapai yang menyatakan pailit di tengah pandemi ini.
"Kalau situasi belum membaik tentu saja kita enggak perlu kaget mendengar maskapai yang menyatakan kepailitan," ujar Irfan dalam diskusi virtual, Selasa (6/10/2020).
Irfan mengatakan kepailitan maskapai bisa berdampak panjang. Mengingat, ukuran bisnis penerbangan biasanya sangat besar. "Karena itu, beberapa perusahaan melakukan upaya, misalnya menurunkan biaya operasi, untuk bisa bertahan sembari menunggu situasi membaik," katanya.
Menyitir pernyataan sejumlah analis, Irfan menyebut situasi industri penerbangan baru akan pulih atau kembali ke kondisi sebelum Covid-19 setidaknya membutuhkan waktu 24-48 bulan. Artinya, situasi itu diharapkan bisa pulih secepatnya pada 2022, meskipun mayoritas yakin situasi baru benar-benar pulih di 2024.
"Ini menjadi tantangan bagi industri penerbangan, mampukah kita bertahan dua sampai empat tahun ke depan. Dan bagaimana mencari peluang di tengah kesulitan," ujar Irfan.
"Kalau situasi belum membaik tentu saja kita enggak perlu kaget mendengar maskapai yang menyatakan kepailitan," ujar Irfan dalam diskusi virtual, Selasa (6/10/2020).
Irfan mengatakan kepailitan maskapai bisa berdampak panjang. Mengingat, ukuran bisnis penerbangan biasanya sangat besar. "Karena itu, beberapa perusahaan melakukan upaya, misalnya menurunkan biaya operasi, untuk bisa bertahan sembari menunggu situasi membaik," katanya.
Menyitir pernyataan sejumlah analis, Irfan menyebut situasi industri penerbangan baru akan pulih atau kembali ke kondisi sebelum Covid-19 setidaknya membutuhkan waktu 24-48 bulan. Artinya, situasi itu diharapkan bisa pulih secepatnya pada 2022, meskipun mayoritas yakin situasi baru benar-benar pulih di 2024.
"Ini menjadi tantangan bagi industri penerbangan, mampukah kita bertahan dua sampai empat tahun ke depan. Dan bagaimana mencari peluang di tengah kesulitan," ujar Irfan.
Lihat Juga :