BPS Mengungkap, Pemotongan 30% Gaji Bikin Pekerja Tak Bahagia

Rabu, 07 Oktober 2020 - 14:29 WIB
loading...
BPS Mengungkap, Pemotongan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama pandemi Covid-19 banyak pekerja yang telah dipotong gajinya. Pemotongan gaji itu imbas dari kegiatan bisnis perusahaan yang terganggu pandemi.

Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Nurma Midayanti mengatakan, sebanyak 30% gaji pekerja telah dipotong selama Covid-19 berlangsung. ( Baca juga:Sambut UU Ciptaker, Pentolan INAPLAS: Udah Pailit Kok Kasih Pesangon )

"Pemotongan gaji pekerja hingga 30%," kata Nurma dalam diskusi virtual, Rabu (7/10/2020).

Dia melanjutkan, pola pekerja juga mengalami perubahan. Ada 45% pekerja tidak bahagia dengan pekerjaannya. Dan sebanyak 38% kualitas hidup pekerja berkurang.

"Sebelum Covid-19 feedback ini 92% merasa bahagia kualitas hidupnya. Dengan adanya masalah pandemi malah kepuasan kualitas hidup turun jadi 38% yang mana tingkat kebahagian pekerja turun dikarenakan Covid-19," jelasnya.

Dia menambahkan, perusahaan yang paling banyak mengalami penurunan pendapatan adalah usaha mikro kecil (UMK). Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 84,2%. ( Baca juga:Rusia: Nagorno-Karabakh Bisa Jadi Basis Militan Serang Eropa )

"Ada 8 dari 10 perusahaan mengalami penurunan pendapatan, (rinciannya) 82,29% usaha menengah besar (UMB) dan 84,2% UMK," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Besarkan Perindo Jatim,...
Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM
Rekomendasi
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved