UPPKS Green Family Manfaatkan Produk Olahan Jahe dari Lahan Gambut
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 23:57 WIB
loading...
A
A
A
Qowiyah mengatakan, anggota UPPKS menanam empon-empon di karung. Teknik ini merespon imbauan Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk memaksimalkan lahan tanpa bakar di area gambut. "Karena masuk di Desa Peduli Gambut (DPG) kami jadi mengetahui mengenai metode itu," kata dia.
Qowiyah mengatakan, dia dan kelompoknya menggunakan karung dan polybag untuk menanam komoditas biofarmaka, diantaranya, jahe, kunyit, hingga empon-empon. Total, UPPKS ini memiliki sekitar 200 polybag tanaman jahe merah. "Kalau di tanam di tanah-tanah itu trauma karena banjir. Kalau banjir itu bisa 50 cm. Jadi kami memakai polybag. Jadi sewaktu-waktu kalau banjir bisa dipindah," ucap dia
Selain mendapat pengetahuan mengenai lahan tanpa bakar, Qowiyah mengaku juga mendapat pelatihan mengenai manajemen keuangan dari BRG pada awal 2019. Qowiyah mengatakan, UPPKS Green Family mampu memproduksi produk minuman kesehatan instan, diantaranya sari jahe merah, jahe merah instan, sari temulawak, kunyit, hingga sari kunyit instan. "Dan yang mau dikembangkan lagi beras kencur, dan sari empon-empon instan," kata dia.
Baca Juga: Ngeri! Sri Mulyani Bakal Bikin Meriang Pengusaha Batubara
Qowiyah menjual jahe merah instan itu Rp150 ribu per kilogram, sari temulawak Rp120 ribu per kilogram, dan sari kunyit Rp100 ribu per kilogram. Saat pandemi Covid-19, produk minuman kesehatan ini segera mendapat perhatian pasar. Qowiyah mengatakan, sempat kewalahan menyediakan permintaan pasar.
Qowiyah mengatakan, dia dan kelompoknya menggunakan karung dan polybag untuk menanam komoditas biofarmaka, diantaranya, jahe, kunyit, hingga empon-empon. Total, UPPKS ini memiliki sekitar 200 polybag tanaman jahe merah. "Kalau di tanam di tanah-tanah itu trauma karena banjir. Kalau banjir itu bisa 50 cm. Jadi kami memakai polybag. Jadi sewaktu-waktu kalau banjir bisa dipindah," ucap dia
Selain mendapat pengetahuan mengenai lahan tanpa bakar, Qowiyah mengaku juga mendapat pelatihan mengenai manajemen keuangan dari BRG pada awal 2019. Qowiyah mengatakan, UPPKS Green Family mampu memproduksi produk minuman kesehatan instan, diantaranya sari jahe merah, jahe merah instan, sari temulawak, kunyit, hingga sari kunyit instan. "Dan yang mau dikembangkan lagi beras kencur, dan sari empon-empon instan," kata dia.
Baca Juga: Ngeri! Sri Mulyani Bakal Bikin Meriang Pengusaha Batubara
Qowiyah menjual jahe merah instan itu Rp150 ribu per kilogram, sari temulawak Rp120 ribu per kilogram, dan sari kunyit Rp100 ribu per kilogram. Saat pandemi Covid-19, produk minuman kesehatan ini segera mendapat perhatian pasar. Qowiyah mengatakan, sempat kewalahan menyediakan permintaan pasar.
Lihat Juga :