Menyambut Bonus Demografi, Anak Muda Milenial Dirangkul Garap Sektor Pertanian

Minggu, 11 Oktober 2020 - 18:58 WIB
loading...
Menyambut Bonus Demografi,...
Lantas bagaimana persepsi anak muda zaman sekarang atau sering disebut sebagai generasi milenial terhadap sektor pertanian?. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menghadapi bonus demografi yang diprediksi Bappenas, bakal terjadi pada tahun 2030 hingga 2040. Lantas bagaimana persepsi anak muda zaman sekarang atau sering disebut sebagai 'generasi milenial' terhadap sektor pertanian ?.

Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi yang sangat besar, usia kerja mencapai 64% dari proyeksi total jumlah penduduk yang mencapai angka 297 juta jiwa atau dengan kata lain mencapai angka 190 juta jiwa usia kerja. Namun sayangnya menurut data BPS, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian terus mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir.

(Baca Juga: Membangkitkan Petani Milenial )

Jumlahnya menyusut dari 38,97 juta orang pada 2014 menjadi sebanyak 34,58 juta orang pada 2019, turun cukup signifikan sebesar 11,28%. Fakta tersebut perlu menjadi perhatian penting, mengingat bahwa Program Pemerintah adalah mendorong terwujudnya Ketahanan Pangan dan bersiap akan adanya bencana kelaparan di masa yang akan datang berdasarkan hasil kajian FAO atau Organisasi Pangan Dunia.

Dalam hal ini, generasi milenial berperan penting sebagai bagian dari kemajuan pertanian di masa depan. Sebagai bagian dari generasi milenial, Stalino Saerang selaku Project Manager dari Nara Kupu Village (disingkat dengan NKV) turut ambil bagian untuk berpartisipasi mendukung program Pemerintah tersebut. Melalui NKV, peran milenial cukup dominan, dimana 60% pekerja merupakan generasi muda dan sisanya 40% berasal dari generasi tua.

(Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Kinerja Sektor Pertanian Meningkat Signifikan )

Komposisi ini kata Stalino Saerang, diharapkan dapat mengoptimalkan proses transfer knowledge antar generasi. Generasi muda dapat mengenalkan teknologi pertanian kepada yang tua, kemudian yang tua dapat mewariskan pengalaman kepada generasi muda.

"Dengan demikian, generasi muda dapat menerima tongkat estafet pertanian dengan baik, sehingga kita optimis Ketahanan Pangan di masa depan dapat terwujud secara bertahap," ucap Stalino Saerang.

(Baca Juga: Kebal dari Serangan Covid-19, Saatnya Berpaling ke Sektor Pertanian )

Lebih lanjut, Stalino Saerang yang juga aktif di kepengurusan organisasi pemuda FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia) itu mengatakan, bahwa salah satu strategi NKV dalam meningkatkan peran milenial adalah merekrut generasi muda lulusan Sekolah Pertanian, dengan tujuan petani muda tersebut dapat saling berbagi ilmu antar pekerja dan masyarakat sekitar.

"NKV, yaitu lahan yang dikelola swasta tidak hanya berjalan sendiri, akan tetapi turut membantu komunitas masyarakat sebagai upaya pendampingan, seperti membuat kelompok pertanian (Poktan), pemberian pupuk kompos, serta pemberian bibit. Ke depannya, NKV akan terus berinovasi untuk kemajuan sektor pertanian melalui sinergi petani antar generasi," tandas Stalino Saerang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved