Bos MAG: Malaysia Airlines Tutup Jika Rencana Restrukturisasi Gagal

Senin, 12 Oktober 2020 - 09:30 WIB
loading...
Bos MAG: Malaysia Airlines...
Maskapai penerbangan milik Negeri Jiran Malaysia Airlines terancam tutup jika rencana restrukturisasi perusahaan gagal. Foto/Ilustrasi
A A A
KUALA LUMPUR - Maskapai Negeri Jiran , Malaysia Airlines, terpaksa harus ditutup jika pemberi para lessor (pemberi pinjaman) memutuskan untuk tidak mendukung rencana restrukturisasi terbarunya. Kabar buruk itu diungkapkan CEO Malaysia Aviation Group (MAG) Izham Ismail akhir pekan lalu.

Sejumlah perusahaan leasing diketahui telah menolak rencana restrukturisasi, membawa maskapai penerbangan milik negara itu lebih dekat pada pertarungan hidup-matinya. Izham Ismail mengatakan, maskapai itu tidak punya pilihan selain menutup operasinya jika para lessor memutuskan untuk tidak mendukung rencana restrukturisasi.

(Baca Juga: Paceklik Penerbangan Masih Panjang, Bos Garuda Ngarep Peluang Emas di Akhir Tahun) "Ada kreditor yang sudah setuju. Ada yang masih melawan, dan kelompok lain masih 50:50," kata Izham dalam wawancara dengan mingguan The Edge, seperti dikutip Reuters. "Saya perlu mendapatkan 50:50 yang (bergabung) dengan mereka yang telah setuju. Saya mengerti cukup banyak kreditor yang setuju," imbuhnya.

Izham mengatakan, rencananya adalah untuk merestrukturisasi neraca maskapai selama lima tahun, mencapai titik impas pada 2023 dengan asumsi bahwa permintaan di pasar domestik dan Asia Tenggara kembali ke level 2019 pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2022.

Rencana tersebut juga akan membutuhkan suntikan dana segar dari pemegang saham maskapai, Khazanah Nasional, untuk membantu perusahaan selama 18 bulan ke depan.

Sementara itu, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut dan surat dari firma hukum London yang dilihat oleh Reuters, lessor yang mengklaim mewakili 70% pesawat dan mesin yang disewakan kepada grup maskapai penerbangan menyebut rencana itu "tidak pantas dan cacat fatal" dan akan menentangnya.

MAG sebelumnya telah memperingatkan lessor bahwa Khazanah akan menghentikan pendanaan grup dan memaksanya ke dalam proses penutupan jika rencana restrukturisasi gagal.

(Baca Juga: Industri Penerbangan Belum Pulih, 5 Juta Pekerja Bakal Nganggur)

Izham mengatakan bahwa lessor perlu membuat keputusan pada hari ini, sehingga maskapai dapat memutuskan apakah akan melanjutkan rencana restrukturisasi atau "melaksanakan Rencana B".

Izham mengatakan Rencana B dapat melibatkan pengalihan sertifikat operator penerbangan (AOC) Malaysia Airlines ke maskapai baru dengan nama berbeda, atau memanfaatkan AOC dari maskapai saudara Firefly dan MASwings.

"Jika Anda bertanya kepada saya, apakah Plan B dapat dipercaya? Tentu saja. Kami memiliki semua keahlian yang dibutuhkan," tegasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
Kapal Tanker Malaysia...
Kapal Tanker Malaysia yang Lewat Selat Hormuz Tiba, Boyong Minyak 1 Juta Barel
IMF Prediksi Ekonomi...
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan Ekspor Beras Perdana di 2026, Pertama Kali sejak Kemerdekaan
Airlangga: Banyak Turis...
Airlangga: Banyak Turis Malaysia Jajal Whoosh Lanjut Wisata Belanja di Bandung
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Limp Bizkit Pilih Malaysia...
Limp Bizkit Pilih Malaysia Jadi Satu-satunya Tempat Konser di Asia, Fans Indonesia Bisa Merapat
Rekomendasi
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved