Sejak Awal Pandemi, Stafsus Airlangga: Kami Berusaha Menyelamatkan Kehidupan Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2020 - 16:03 WIB
loading...
Sejak Awal Pandemi,...
Staf Khusus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Eko Prio Pambudi mengatakan pemerintah sejak awal pandemi selalu mengutamakan sektor kesehatan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengklaim telah memantau pandemi Covid-19 dan dampaknya bagi Indonesia sejak ramai di Wuhan, China, pada Januari lalu. Pemerintah menyiapkan dana penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sekitar Rp695 triliun.

Staf Khusus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Eko Prio Pambudi mengatakan pemerintah mengutamakan sektor kesehatan. Dana untuk sektor kesehatan mencapai Rp87,55 triliun.

(Baca Juga: Genjot Realisasi Anggaran, Satgas PEN Andalkan Ini )

Eko Prio menjelaskan pemerintah membentuk gugus tugas dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) untuk payung hukum dan penanganan Covid-19. Namun, seiring berjalannya waktu, pandemi ini tidak hanya menghajar sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi.

Pemerintah pun membentuk Komite PEN dengan tujuan mencegah dampak yang lebih besar lagi pada bidang lain dan penanganan Covid-19 menjadi seimbang. Salah satu upaya meredam Covid-19, ada penerapan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. ditambah lagi, upaya pemerintah melakukan testing, tracing, dan treatment atau 3T.

Joko Widodo (Jokowi) juga sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Namun, pemerintah tidak mau langsung agresif menindak.

(Baca Juga: Realokasi Anggaran PEN Bisa Tingkatkan Serapan Tapi Tak Selesaikan Masalah )

Baru belakangan, terutama ketika DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II, pemerintah mulai melakukan penindakan, berupa sanksi sosial dan denda.

“Langkahnya persuasif (dulu). Tidak langsung melakukan tindakan ke masyarakat. Beginilah, masyarakat Indonesia tidak semua paham dengan kondisi ini,” ujarnya dalam diskusi “Peluncuran Laporan dan Diskusi Publik: Tata Kelola Kebijakan Penanggulangan COVID-19 dalam Perspektif HAM”, Senin (12/10/2020).

(Baca Juga: UU Penanganan Covid-19 Tak Langgar Konstitusi, Sri Mulyani: Lindungi 269 Juta Warga )

Eko menjelaskan pemerintah berusaha fleksibel dalam mengeluarkan kebijakan untuk merespon kondisi di lapangan. Pria asal Madiun itu menjawab kritik Komnas HAM mengenai tidak ada batas waktu untuk masa darurat kesehatan ini. “Pandemi ini tidak tahu kapan berakhirnya. Kami berusaha menyelamatkan kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Mei Lebih Bahagia: Proteksi...
Mei Lebih Bahagia: Proteksi Kesehatan dari MNC Life Kini Hadir dengan Bonus Voucher Belanja
Purbaya Sempat Dilarikan...
Purbaya Sempat Dilarikan ke RS: Kini Kondisi Sehat dan Gula Darah Normal
Investasi Kesehatan...
Investasi Kesehatan Jangka Panjang, Aqua Perluas Penetrasi Produk di Rumah Sakit
Jasaraharja Putera Perkokoh...
Jasaraharja Putera Perkokoh Kolaborasi Tata Kelola Risiko Pariwisata Labuhan Bajo
Respons Penilaian Moodys,...
Respons Penilaian Moody's, Anak Buah Airlangga Beberkan Kuatnya Fundamental Ekonomi RI
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Rekomendasi
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved