Gelar Program Jaga Sungai Jaga Kehidupan, BRI Dorong Ekonomi Masyarakat
Selasa, 13 Oktober 2020 - 04:00 WIB
loading...
Program Jaga Sungai Jaga Kehidupan dari Bank BRI tidak hanya ingin memperbaiki kualitas sungai namun juga menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan sampah menjadi salah satu tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat terutama yang tinggal di wilayah perkotaan. Persoalan sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat kota yang tidak diimbangi dengan jumlah tempat pembuangan sampah yang memadai, hingga akhirnya masyarakat memilih membuang sampah ke sungai.
Dalam rangka mengembalikan peran dan fungsi sungai sebagai penyangga kehidupan, Bank BRI hadir melalui program "Jaga Sungai Jaga Kehidupan" yang tidak hanya menata dan memperbaiki sungai menjadi asri dan lestari namun juga memberi solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
(Baca Juga: Bank BRI Kembalikan Sungai Sebagai Penyangga Kehidupan)
Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, mengacu pada konsep Triple Bottom Line yang berdasar pada keberlanjutan, yakni Pro People, Pro Planet dan Pro Profit, BRI hendak mengubah sungai di kota-kota di Indonesia agar menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong keberlangsungan hidup masyarakat perkotaan.
Konsep "Sampah Menjadi Uang" merupakan implementasi dari "Pro Profit" dimana sampah yang dibuang dapat diolah kembali sehingga memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat sekitar.
"Sampah yang terkumpul dari sungai kemudian dipilah antara sampah organik dan anorganik/plastik. Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan untuk keperluan masayarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas," kata Aestika di Jakarta, Senin (12/10/2020).
Sedangkan, sampah anorganik akan dicacah menggunakan mesin daur ulang sampah. Setelah sampah dicacah lalu dijual kepada pengumpul sampah dan masyarakat pun memperoleh uang.
Dalam rangka mengembalikan peran dan fungsi sungai sebagai penyangga kehidupan, Bank BRI hadir melalui program "Jaga Sungai Jaga Kehidupan" yang tidak hanya menata dan memperbaiki sungai menjadi asri dan lestari namun juga memberi solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
(Baca Juga: Bank BRI Kembalikan Sungai Sebagai Penyangga Kehidupan)
Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, mengacu pada konsep Triple Bottom Line yang berdasar pada keberlanjutan, yakni Pro People, Pro Planet dan Pro Profit, BRI hendak mengubah sungai di kota-kota di Indonesia agar menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong keberlangsungan hidup masyarakat perkotaan.
Konsep "Sampah Menjadi Uang" merupakan implementasi dari "Pro Profit" dimana sampah yang dibuang dapat diolah kembali sehingga memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat sekitar.
"Sampah yang terkumpul dari sungai kemudian dipilah antara sampah organik dan anorganik/plastik. Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan untuk keperluan masayarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas," kata Aestika di Jakarta, Senin (12/10/2020).
Sedangkan, sampah anorganik akan dicacah menggunakan mesin daur ulang sampah. Setelah sampah dicacah lalu dijual kepada pengumpul sampah dan masyarakat pun memperoleh uang.
Lihat Juga :