Ketidakpastian Masih Tinggi, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di 4%
Selasa, 13 Oktober 2020 - 07:20 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 4,0%. Faktor internal dan eksternal mendasari keputusan ini.
Ekonom Josua Pardede mengatakan, langkah BI menahan suku bunga tentunya dengan mempertimbangkan tingginya ketidakpastian eksternal yang masih mendorong keluarnya dana asing di pasar keuangan negara berkembang terkait tambahan stimulus fiskal AS, pemilihan presiden AS, pemulihan ekonomi domestik serta penanganan Covid-19 di dalam negeri.
"Volatilitas nilai tukar rupiah cenderung meningkat khususnya pada akhir September hingga awal Oktober," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (13/10/2020). (Baca juga: Gara-gara Virus Corona, Dortmund Alami Kerugian Ratusan Miliar Rupiah )
Sementara itu, investor asing masih membukukan net sell di pasar saham meskipun kepemilikan investor asing pada SBN cenderung meningkat dalam sebulan terakhir ini.
Disamping itu juga mempertimbangkan aktivitas ekonomi khususnya sisi permintaan yang masih lemah terindikasi dari rendahnya inflasi tahunan yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang terbatas, apalagi setelah pemda DKI memberlakukan PSBB sejak pertengahan September hingga awal Oktober.
Ekonom Josua Pardede mengatakan, langkah BI menahan suku bunga tentunya dengan mempertimbangkan tingginya ketidakpastian eksternal yang masih mendorong keluarnya dana asing di pasar keuangan negara berkembang terkait tambahan stimulus fiskal AS, pemilihan presiden AS, pemulihan ekonomi domestik serta penanganan Covid-19 di dalam negeri.
"Volatilitas nilai tukar rupiah cenderung meningkat khususnya pada akhir September hingga awal Oktober," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (13/10/2020). (Baca juga: Gara-gara Virus Corona, Dortmund Alami Kerugian Ratusan Miliar Rupiah )
Sementara itu, investor asing masih membukukan net sell di pasar saham meskipun kepemilikan investor asing pada SBN cenderung meningkat dalam sebulan terakhir ini.
Disamping itu juga mempertimbangkan aktivitas ekonomi khususnya sisi permintaan yang masih lemah terindikasi dari rendahnya inflasi tahunan yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang terbatas, apalagi setelah pemda DKI memberlakukan PSBB sejak pertengahan September hingga awal Oktober.
Lihat Juga :