PSBB Dilonggarkan, Pengunjung Mal Diprediksi Ramai Awal November
Selasa, 13 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
Sejumlah pusat perbelanjaan menerapkan protokol kesehatan. Foto: dok/Koran SINDO/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diprediksi baru akan membuat pengunjung pusat perbelanjaan ramai di awal bulan November 2020.
Menurut Muhammad Hengky pedagang batik yang mengelola 15 kios di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, hal itu bisa dilihat dari kebiasaan masyarakat yang kerap mengunjungi mal-mal di awal bulan setelah mendapatkan gaji. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym, Jangan Mempersulit Diri!)
"Biasanya ramai pembeli itu di tanggal muda, Sabtu atau Minggu itu baru kelihatan biasanya. Jadi kita menanti perubahannya dibulan November awal," kata Hengky di PGC, Jakarta Timur, kemarin.
Hengky berharap, dengan adanya pelonggaran PSBB di Jakarta dapat membuat masyarakat tidak lagi ragu untuk keluar rumah demi memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti pakaian untuk digunakan.
"Iya paling tidak, dengan ini orang jadi tidak takut dan ragu ragu, semoga ada peningkatan," ujarnya.
Menurut dia, di hari pertama pelonggaran PSBB belum terlihat terjadinya peningkatan pembeli. Hal itu, kata dia, karena pemberlakuan PSBB transisi ditetapkan pada pertengahan bulan."Kalau hari ini masuknya udah kategori pertengahan mendakati akhir bulan. Jadi belum kelihatan pengaruhnya," ucapnya. (Baca juga: Tips Aman ke Dokter Gigi Selama Covid-19)
Hengky menuturkan, meski adanya pelonggaran PSBB, namun pengelola PGC tetap meminta para pedagang ikut menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi mencegah terjadinya pelanggaran agar PGC tidak ditutup. "Kita juga diminta mengingatkan pembeli untuk memakai masker," pungkasnya.
Menurut Muhammad Hengky pedagang batik yang mengelola 15 kios di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, hal itu bisa dilihat dari kebiasaan masyarakat yang kerap mengunjungi mal-mal di awal bulan setelah mendapatkan gaji. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym, Jangan Mempersulit Diri!)
"Biasanya ramai pembeli itu di tanggal muda, Sabtu atau Minggu itu baru kelihatan biasanya. Jadi kita menanti perubahannya dibulan November awal," kata Hengky di PGC, Jakarta Timur, kemarin.
Hengky berharap, dengan adanya pelonggaran PSBB di Jakarta dapat membuat masyarakat tidak lagi ragu untuk keluar rumah demi memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti pakaian untuk digunakan.
"Iya paling tidak, dengan ini orang jadi tidak takut dan ragu ragu, semoga ada peningkatan," ujarnya.
Menurut dia, di hari pertama pelonggaran PSBB belum terlihat terjadinya peningkatan pembeli. Hal itu, kata dia, karena pemberlakuan PSBB transisi ditetapkan pada pertengahan bulan."Kalau hari ini masuknya udah kategori pertengahan mendakati akhir bulan. Jadi belum kelihatan pengaruhnya," ucapnya. (Baca juga: Tips Aman ke Dokter Gigi Selama Covid-19)
Hengky menuturkan, meski adanya pelonggaran PSBB, namun pengelola PGC tetap meminta para pedagang ikut menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi mencegah terjadinya pelanggaran agar PGC tidak ditutup. "Kita juga diminta mengingatkan pembeli untuk memakai masker," pungkasnya.
Lihat Juga :