Bank Syariah BUMN Dilebur, BRIS Ditetapkan Sebagai Penampung

Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:31 WIB
loading...
Bank Syariah BUMN Dilebur,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) ditetapkan menjadi bank survivor atau entitas yang menerima penggabungan ketika merger bank syariah BUMN usai dilakukan. Nantinya, yang menggabungkan diri itu adalah Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

Penetapan Bank BRISyariah sebagai survivor dari hasil merger akan diumumkan melalui keterbukaan informasi. "Setelah penggabungan menjadi efektif, BRIS akan menjadi entitas yang menerima penggabungan dan pemegang saham BNI Syariah dan pemegang saham BSM," demikian bunyi keterangan dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (13/10/2020). ( Baca juga:Laba BRI Syariah Tembus Rp168 Miliar di Agustus 2020 )

Penggabungan hanya akan menjadi efektif setelah diperolehnya persetujuan dari otoritas-otoritas yang berwenang dan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dari masing-masing pihak serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui penandatanganan perjanjian maka proses merger resmi dimulai. Hal ini menjadi tonggak awal bersejarah untuk melahirkan sebuah bank syariah nasional terbesar di Indonesia, dan berpotensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar .

Dari segi aset, tercatat hingga Juni 2020, ketiga bank syariah BUMN dan satu unit usaha syariah (UUS) memiliki total aset sebesar Rp245,87 triliun. Jika merger berhasil dilakukan maka akan tercipta satu bank syariah besar yang dipunyai Indonesia.

Bank Syariah Mandiri memiliki aset sebesar Rp 114,4 triliun pada Juni 2020 atau meningkat 13,26 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kemudian disusul dengan BNI Syariah dengan aset Rp50,78 triliun atau tumbuh 17,8% yoy. Sementara BRI Syariah tumbuh 34,7% yoy sebesar Rp49,6 triliun. Adapun aset UUS BTN Rp31,09 triliun atau tumbuh 6,5% yoy.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,35%, Kapitalisasi Pasar Merosot Tajam ke Rp10.635 Triliun
IHSG Sepekan Ambles...
IHSG Sepekan Ambles 3,53%, Kapitalisasi Pasar Turun Tajam ke Rp11.825 Triliun
IHSG Semringah Sepanjang...
IHSG Semringah Sepanjang Pekan Ini Naik 6,14%, Kapitalisasi Pasar Capai Rp13.189 Triliun
IHSG Sepekan Terkoreksi...
IHSG Sepekan Terkoreksi 0,44%, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp14.787 T
IHSG Bangkit Lagi 3,49%...
IHSG Bangkit Lagi 3,49% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.889 Triliun
IHSG Sepanjang Pekan...
IHSG Sepanjang Pekan Kedua Januari 2026 Meroket 1,55%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp16.512 T
Siapakah Bapak Komunis...
Siapakah Bapak Komunis di Dunia? Begini Kisah Lengkapnya
China, Negara Mengaku...
China, Negara Mengaku Komunis tapi Sistem Kapitalis
BSI Napas Baru Ekonomi...
BSI Napas Baru Ekonomi Syariah
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved