Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Tambah Beban Industri Nasional
Rabu, 14 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Kenaikan tarif cukai sebesar 23% yang dilakukan pemerintah pada 2019 telah membuat produksi dan penjualan rokok menurun. Berakibat pada pembelian hasil panen tembakau dari para petani tembakau nasional juga menurun. Itu merugikan perekonomian nasional. Kondisi ini akan semakin parah apabila pemerintah menaikan kembali cukai rokok pada 2021. Padahal, saat ini kondisi perekonomian sedang lesu, bahkan mengalami resesi.
Di tempat yang sama, Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) juga mendesak pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan menaikan tarif cukai pada 2021. Alasannya, setiap kali pemerintah menaikan tarif cukai rokok, bukan hanya mengurangi jumlah penjualan rokok, tapi juga mengurangi produksi rokok itu sendiri.
Ketua APTI Nusa Tenggara Barat Sahmihudin menyatakan, setiap kali pemerintah menaikan tarif cukai berimbas lagi pada penurunan produksi rokok. Penurunan produksi rokok berimbas pada penurunan jumlah pembelian produk tembakau petani. Ini berarti petani tembakau semakin menderita. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
“Bukan hanya pelaku dan karyawan industri rokok yang menderita, tapi juga petani tembakau pun menderita. Karena itu, kami meminta kepada pemerintah khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani agar tidak menaikan cukai rokok,” harapnya. (Heru Febrianto)
Di tempat yang sama, Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) juga mendesak pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan menaikan tarif cukai pada 2021. Alasannya, setiap kali pemerintah menaikan tarif cukai rokok, bukan hanya mengurangi jumlah penjualan rokok, tapi juga mengurangi produksi rokok itu sendiri.
Ketua APTI Nusa Tenggara Barat Sahmihudin menyatakan, setiap kali pemerintah menaikan tarif cukai berimbas lagi pada penurunan produksi rokok. Penurunan produksi rokok berimbas pada penurunan jumlah pembelian produk tembakau petani. Ini berarti petani tembakau semakin menderita. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
“Bukan hanya pelaku dan karyawan industri rokok yang menderita, tapi juga petani tembakau pun menderita. Karena itu, kami meminta kepada pemerintah khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani agar tidak menaikan cukai rokok,” harapnya. (Heru Febrianto)
(ysw)
Lihat Juga :