Pasukan Perbanas Bangun Tembok Lawan Penjahat Siber
Rabu, 14 Oktober 2020 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika masuk ke era open banking, kita masuk kepada eranya hyperr collaboration. Ini di satu sisi adalah opportunity, tapi di sisi lain membawa eksposur kepada risiko yang jauh lebih besar. Tentu kita harus betul-betul mengantisipasinya dengan baik, melakukan governance yang jauh lebih baik, risk management yang tentu berbeda, dan juga compliance," katanya.
Baca Juga: Cegah Pembobolan Rekening Bank, OJK Terapkan Pengawasan Berlapis
Untuk memperkuat pengamanan layanan digital, BRI senantiasa melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para nasabah agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi mereka. Langkah ini diharap bisa meminimalisir terjadinya tindak kejahatan berupa pencurian data nasabah oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. BRI juga terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap keamanan layanan digital perseroan. Tanpa kepercayaan yang kuat, layanan yang dimiliki BRI tidak akan maksimal menjangkau seluruh nasabah.
"Penting bagi kami untuk menghadirkan digital trust ini kepada nasabah karena trust is the heart of customer experience. Di era ini, kami harus menata lagi business continue to management melakukan skenario testing untuk menghadapi berbagai skenario skenario dari serangan, melakukan aksi cepat ketika terjadi serangan, komunikasi dengan bahasa simpel, dan menata keamanan teknologi secara berlapis-lapis," pungkasnya.
Baca Juga: Cegah Pembobolan Rekening Bank, OJK Terapkan Pengawasan Berlapis
Untuk memperkuat pengamanan layanan digital, BRI senantiasa melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para nasabah agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi mereka. Langkah ini diharap bisa meminimalisir terjadinya tindak kejahatan berupa pencurian data nasabah oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. BRI juga terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap keamanan layanan digital perseroan. Tanpa kepercayaan yang kuat, layanan yang dimiliki BRI tidak akan maksimal menjangkau seluruh nasabah.
"Penting bagi kami untuk menghadirkan digital trust ini kepada nasabah karena trust is the heart of customer experience. Di era ini, kami harus menata lagi business continue to management melakukan skenario testing untuk menghadapi berbagai skenario skenario dari serangan, melakukan aksi cepat ketika terjadi serangan, komunikasi dengan bahasa simpel, dan menata keamanan teknologi secara berlapis-lapis," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :