Bulan Inklusi Keuangan, OJK Optimalkan Penyaluran Kredit UKM
Kamis, 15 Oktober 2020 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan bisnis rentenir laku di masyarakat karena kecepatan pemberian kredit atau pinjaman yang masih sulit disaingi oleh lembaga keuangan yang resmi. Namun OJK sudah memiliki desain program yang disiapkan sekarang ini. Fokusnya pada kecepatan yang mampu menyaingi rentenir dan bunganya rendah."Kenapa rentenir itu laku, karena cepat prosesnya meski mahal. Makanya didorong sinergi antara Pemda, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dengan lembaga lain," katanya
Tirta melanjutkan, pada pembukaan BIK tanggal 5 Oktober 2020 lalu, OJK telah melakukan beberapa kegiatan. Misalnya, peluncuran program 1 rekening 1 pelajar, yang menjadi implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.
Hal ini dilakukan untuk membiasakan budaya menabung sejak dini. Selama BIK, OJK menargetkan pembukaan rekening tabungan sebanyak 500 ribu di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya juga meluncurkan 4 buku seri literasi keuangan tingkat PAUD dan melakukan rebranding Keluarga Sikapi."Kita targetkan 1 bulan ini melalui pembukaan rekening kolektif, melalui sekolah ada yang tatap muka juga, lalu melalui perjanjian kerjasama antara perbankan dengan dinas pendidikan," jelas Tirta.
Berdasarkan arahan dari Presiden RI, Joko Widodo pada Rapat Terbatas (Ratas) 28 Januari yang lalu, inklusi keuangan ditargetkanmencapai 90% pada 2024. Sementara, hasil survei secara nasional yang dilakukan OJK pada akhir 2019 mencatat, hasil indeks inklusi keuangan baru mencapai 76,2%."Naik jauh dibanding 3 tahun yang lalu yaitu 69%. Tingkat literasi keuangan baru 38%, mewakili 34 provinsi di RI dengan responden sebanyak 12.700 orang," katanya.
Baca Juga: OJK: Masyarakat Makin Gandrung pada Layanan Digital Banking
Tirta melanjutkan, pada pembukaan BIK tanggal 5 Oktober 2020 lalu, OJK telah melakukan beberapa kegiatan. Misalnya, peluncuran program 1 rekening 1 pelajar, yang menjadi implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.
Hal ini dilakukan untuk membiasakan budaya menabung sejak dini. Selama BIK, OJK menargetkan pembukaan rekening tabungan sebanyak 500 ribu di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya juga meluncurkan 4 buku seri literasi keuangan tingkat PAUD dan melakukan rebranding Keluarga Sikapi."Kita targetkan 1 bulan ini melalui pembukaan rekening kolektif, melalui sekolah ada yang tatap muka juga, lalu melalui perjanjian kerjasama antara perbankan dengan dinas pendidikan," jelas Tirta.
Berdasarkan arahan dari Presiden RI, Joko Widodo pada Rapat Terbatas (Ratas) 28 Januari yang lalu, inklusi keuangan ditargetkanmencapai 90% pada 2024. Sementara, hasil survei secara nasional yang dilakukan OJK pada akhir 2019 mencatat, hasil indeks inklusi keuangan baru mencapai 76,2%."Naik jauh dibanding 3 tahun yang lalu yaitu 69%. Tingkat literasi keuangan baru 38%, mewakili 34 provinsi di RI dengan responden sebanyak 12.700 orang," katanya.
Baca Juga: OJK: Masyarakat Makin Gandrung pada Layanan Digital Banking
Lihat Juga :