Orang Indonesia Paling Optimistis Akan Adanya Peningkatan Ekonomi
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu ketika disurvey perihal kondisi 6 bulan ke depan dari sekarang, di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai negara paling optimis akan adanya perbaikan ekonomi pada 6 bulan ke depan dibandingkan negara lain dengan persentase 75%, disusul oleh Vietnam sebesar 54%, dan Filipina 50%. Sedangkan mayoritas masyarakat Singapura justru merasa pesimis dan hanya 28% yang berharap perekonomian dalam negeri mereka akan meningkat.
Direktur Pelaksana Ipsos di Indonesia, Soeprapto Tan menyampaikan, melihat perkembangan hasil survei gelombang kedua yang dilakukan Ipsos untuk kawasan Asia Tenggara, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki optimis yang tinggi akan adanya perbaikan ekonomi domestik di Indonesia secara keseluruhan, terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
"Perlu kami tekankan bahwa ketika survei gelombang kedua ini dilakukan, DKI Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat mayoritas aktivitas bisnis, sedang dalam status penerapan PSBB ketat kedua," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Bila dilihat dari hasil survei yang ada, penerapan PSBB ini tidak berpengaruh secara signifikan pada optimisme masyarakat terhadap situasi kondisi ekonomi di Indonesia.
"Kita berharap optimisme ini bisa menjadi momentum dan referensi untuk Pemerintah pusat maupun provinsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020, tentunya dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang ataupun akan dijalankan sebagai upaya Pemerintah terlepas dari ancaman resesi,” beber dia.
Direktur Pelaksana Ipsos di Indonesia, Soeprapto Tan menyampaikan, melihat perkembangan hasil survei gelombang kedua yang dilakukan Ipsos untuk kawasan Asia Tenggara, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki optimis yang tinggi akan adanya perbaikan ekonomi domestik di Indonesia secara keseluruhan, terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
"Perlu kami tekankan bahwa ketika survei gelombang kedua ini dilakukan, DKI Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat mayoritas aktivitas bisnis, sedang dalam status penerapan PSBB ketat kedua," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Bila dilihat dari hasil survei yang ada, penerapan PSBB ini tidak berpengaruh secara signifikan pada optimisme masyarakat terhadap situasi kondisi ekonomi di Indonesia.
"Kita berharap optimisme ini bisa menjadi momentum dan referensi untuk Pemerintah pusat maupun provinsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020, tentunya dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang ataupun akan dijalankan sebagai upaya Pemerintah terlepas dari ancaman resesi,” beber dia.
Lihat Juga :