Catat! Faktor-Faktor Ini Akan Pengaruhi IHSG Pekan Depan
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, harapan stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi perhatian pelaku pasar beberapa pekan ke depan. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin diketahui berbicara kepada Ketua DPR AS Nancy Pelosi bahwa Presiden Donald Trump akan "mempertimbangkan" menaikkan jumlah bantuan pada paket stimulus fiskal USD1,8 triliun yang diusulkan sebelumnya.
"Ada harapan terjadi kesepakatan paket stimulus fiskal untuk mendorong ekonomi AS keluar dari resesi," katanya.
Sementara faktor lain adalah pemimpin Partai Republik dan Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan dia tidak mengharapkan kesepakatan stimulus Fiskal akan dicapai menjelang pemilihan 3 November selama Pelosi terlibat. "Jadi, tampaknya di tengah harapan stimulus fiskal AS, akan sangat sulit mencapai kesepakatan menjelang pemilu AS di 3 November 2020," tuturnya.
Faktir lainnya, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden diperkirakan akan menang pemilihan presiden di 3 November 2020. Beberapa jajak pendapat menempatkan Biden memimpin atas kandidat dari Partai Republik Donald Trump. Kemenangan ini diperkirakan mendorong paket stimulus ekonomi yang lebih besar dan mengurangi potensi perang dagang dengan China.
"Selain itu, pajak perusahaan di AS juga di perkirakan akan naik. Hal ini mendorong USD lebih lemah dan akan positif bagi pasar emerging market termasuk Indonesia," katanya.
Selanjutnya, kekhawatiran gelombang kedua virus corona terus meningkat karena infeksi melonjak di beberapa wilayah Eropa. Ancaman gelombang kedua Covid-19 ini menurutnya akan menjadi sentimen negatif yang diperhatikan pelaku pasar di pekan depan.
"Ada harapan terjadi kesepakatan paket stimulus fiskal untuk mendorong ekonomi AS keluar dari resesi," katanya.
Sementara faktor lain adalah pemimpin Partai Republik dan Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan dia tidak mengharapkan kesepakatan stimulus Fiskal akan dicapai menjelang pemilihan 3 November selama Pelosi terlibat. "Jadi, tampaknya di tengah harapan stimulus fiskal AS, akan sangat sulit mencapai kesepakatan menjelang pemilu AS di 3 November 2020," tuturnya.
Faktir lainnya, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden diperkirakan akan menang pemilihan presiden di 3 November 2020. Beberapa jajak pendapat menempatkan Biden memimpin atas kandidat dari Partai Republik Donald Trump. Kemenangan ini diperkirakan mendorong paket stimulus ekonomi yang lebih besar dan mengurangi potensi perang dagang dengan China.
"Selain itu, pajak perusahaan di AS juga di perkirakan akan naik. Hal ini mendorong USD lebih lemah dan akan positif bagi pasar emerging market termasuk Indonesia," katanya.
Selanjutnya, kekhawatiran gelombang kedua virus corona terus meningkat karena infeksi melonjak di beberapa wilayah Eropa. Ancaman gelombang kedua Covid-19 ini menurutnya akan menjadi sentimen negatif yang diperhatikan pelaku pasar di pekan depan.
Lihat Juga :