Berkah Bonus Demografi bagi Sektor Perumahan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:13 WIB
loading...
Di sektor perumahan bonus demografi diyakini bakal membuat kebutuhan akan rumah meningkat pesat. Foto:dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bonus demografi yang terjadi di Indonesia harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menggenjot potensi pertumbuhan ekonomi. Di sektor perumahan bonus demografi diyakini bakal membuat kebutuhan akan rumah meningkat pesat.
Kebutuhan rumah yang meningkat pesat tersebut tentu memunculkan peluang bisnis baik dari sisi suplai yang dikerjakan pengembang maupun pembiayaan yang ditangani perbankan. Bonus demografi menurut analis kebijakan ahli madya BKKBN Muktiani Asrie Suryaningrum sejatinya sudah berlangsung pada tahun ini. (Baca: Agar Doa Cepat Dikabulkan, Perhatikan Tiga Hal Ini!)
Dua orang usia produktif menangani kurang dari satu orang usia nonproduktif. Dari jumlah usia produktif tersebut, sekitar 25% didominasi oleh usia 14-24 tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bonus demografi yang didominasi oleh kaum milenial berusia 20-40 tahun, pada 2021 akan berjumlah sekitar 31,92% dan pada 2022 meningkat lagi di angka 32% dari total penduduk Indonesia.
“Jumlah usia produktif yang cukup besar di Indonesia ini pastinya jadi peluang bagi sektor perumahan untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka akan rumah,” jelas Muktiani dalam diskusi virtual “Bonus Demografi dan Tantangan Pembiayaan Perumahan” di Jakarta kemarin.
Kebutuhan rumah yang meningkat pesat tersebut tentu memunculkan peluang bisnis baik dari sisi suplai yang dikerjakan pengembang maupun pembiayaan yang ditangani perbankan. Bonus demografi menurut analis kebijakan ahli madya BKKBN Muktiani Asrie Suryaningrum sejatinya sudah berlangsung pada tahun ini. (Baca: Agar Doa Cepat Dikabulkan, Perhatikan Tiga Hal Ini!)
Dua orang usia produktif menangani kurang dari satu orang usia nonproduktif. Dari jumlah usia produktif tersebut, sekitar 25% didominasi oleh usia 14-24 tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bonus demografi yang didominasi oleh kaum milenial berusia 20-40 tahun, pada 2021 akan berjumlah sekitar 31,92% dan pada 2022 meningkat lagi di angka 32% dari total penduduk Indonesia.
“Jumlah usia produktif yang cukup besar di Indonesia ini pastinya jadi peluang bagi sektor perumahan untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka akan rumah,” jelas Muktiani dalam diskusi virtual “Bonus Demografi dan Tantangan Pembiayaan Perumahan” di Jakarta kemarin.
Lihat Juga :