Berkah Bonus Demografi bagi Sektor Perumahan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Besarnya peluang dari bonus demografi yang bisa dimanfaatkan membuat BP Tapera bersiap. Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, kesiapan Tapera untuk menangkap besarnya potensi bonus demografi yang sudah mulai terasa pada 2020 ini dengan cara membuka akses dan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menjadi peserta dan mendapatkan manfaat dari kepesertaannya. (Baca juga: Wawancara Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dilakukan Daring)
Tidak hanya itu, kemudahan akses untuk menjadi peserta ini juga akan mengarah pada dorongan sektor properti untuk dapat mengakomodasi demand yang terjadi. Menurut Adi, kehadiran BP Tapera di sisi demand side diyakini mampu menyediakan potential buyer untuk sektor perumahan. Melalui kontribusi ini, BP Tapera menjadi satu di antara penggerak pertumbuhan sektor sekunder di Indonesia.
“Tumbuhnya sektor sekunder di Indonesia diyakini mampu membuka lapangan usaha dan menyerap tenaga kerja pada sektor tersebut. Pertumbuhan tersebut juga dapat mendorong investasi dan inovasi teknologi pada sektor sekunder,” ucap Adi.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto mengaku, perseroan telah menyiapkan berbagai strategi dalam memanfaatkan peluang bonus demografi . Apalagi, pihaknya siap menjalini kemitraan dengan BP Tapera dalam mengakselerasi kepemilikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“BNI yakin dengan telah dijalinnya kerja sama dengan BP Tapera dapat lebih mendorong pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Hal tersebut terutama dengan adanya program kerja sama berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” katanya. (Baca juga: Ibu Penyitas Covid-19 Jangan Berhenti Menyusui)
Menurut Sis Apik, bonus demografi dapat menjadi peluang bagi BNI untuk meningkatkan BNI Griya atau produk KPR yang diterbitkan BNI. Apalagi, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah, terutama segmen milenial Indonesia. Peningkatan jumlah milenial ini diiringi dengan kebutuhan rumah.
Tidak hanya itu, kemudahan akses untuk menjadi peserta ini juga akan mengarah pada dorongan sektor properti untuk dapat mengakomodasi demand yang terjadi. Menurut Adi, kehadiran BP Tapera di sisi demand side diyakini mampu menyediakan potential buyer untuk sektor perumahan. Melalui kontribusi ini, BP Tapera menjadi satu di antara penggerak pertumbuhan sektor sekunder di Indonesia.
“Tumbuhnya sektor sekunder di Indonesia diyakini mampu membuka lapangan usaha dan menyerap tenaga kerja pada sektor tersebut. Pertumbuhan tersebut juga dapat mendorong investasi dan inovasi teknologi pada sektor sekunder,” ucap Adi.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto mengaku, perseroan telah menyiapkan berbagai strategi dalam memanfaatkan peluang bonus demografi . Apalagi, pihaknya siap menjalini kemitraan dengan BP Tapera dalam mengakselerasi kepemilikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“BNI yakin dengan telah dijalinnya kerja sama dengan BP Tapera dapat lebih mendorong pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Hal tersebut terutama dengan adanya program kerja sama berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” katanya. (Baca juga: Ibu Penyitas Covid-19 Jangan Berhenti Menyusui)
Menurut Sis Apik, bonus demografi dapat menjadi peluang bagi BNI untuk meningkatkan BNI Griya atau produk KPR yang diterbitkan BNI. Apalagi, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah, terutama segmen milenial Indonesia. Peningkatan jumlah milenial ini diiringi dengan kebutuhan rumah.
Lihat Juga :