Luhut Ambil Kesempatan di Dalam Perang Dagang AS-China, Ini Caranya
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:07 WIB
loading...
Menko Luhut mengatakan, kondisi dunia saat ini mengalami perubahan sangat cepat akibat teknologi dan globalisasi. Terutama adanya perang dagang AS dan China, ditambah Pandemi Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B. Pandjaitan mengatakan, kondisi dunia saat ini mengalami perubahan sangat cepat akibat teknologi dan globalisasi. Terutama perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, ditambah terlebih lagi dengan adanya Pandemi Covid-19.
(Baca Juga: Agar Makin Kompetitif, Industri Didorong Gunakan AI )
“Kita sedang mengalami perubahan lanskap geopolitik yang sangat cepat. Perubahan ini ditandai dengan adanya perubahan dunia akibat teknologi dan globalisasi yang sangat cepat," ujar Menko Luhut di Jakarta, Selasa (20/10/2020).
"Kemudian adanya ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di berbagai negara, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam konteks perang dagang. Belum lagi kita juga menghadapi Covid-19 yang semakin mempercepat perubahan lanskap geopolitik dunia,” lanjutnya.
Sebelum pandemi, banyak negara berinvestasi di China. Namun kini, beberapa di antaranya mulai mencari negara lain untuk mengalihkan investasi mereka.
(Baca Juga: Agar Makin Kompetitif, Industri Didorong Gunakan AI )
“Kita sedang mengalami perubahan lanskap geopolitik yang sangat cepat. Perubahan ini ditandai dengan adanya perubahan dunia akibat teknologi dan globalisasi yang sangat cepat," ujar Menko Luhut di Jakarta, Selasa (20/10/2020).
"Kemudian adanya ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di berbagai negara, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam konteks perang dagang. Belum lagi kita juga menghadapi Covid-19 yang semakin mempercepat perubahan lanskap geopolitik dunia,” lanjutnya.
Sebelum pandemi, banyak negara berinvestasi di China. Namun kini, beberapa di antaranya mulai mencari negara lain untuk mengalihkan investasi mereka.
Lihat Juga :