Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Kemudahan Investasi Kian Membaik
Selasa, 20 Oktober 2020 - 11:55 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai bahwa setahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin telah berupaya meningkatkan perekonomian dan investasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Mardani H. Maming.
Menurut Maming, langkah pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja , meski dikritik sejumlah kelompok, mulai dari aktivis lingkungan hingga serikat buruh, sudah berada di jalur yang benar untuk meningkatkan investasi.
"Ada kemajuan peningkatan dalam indeks kemudahan berusaha dalam lima tahun pemerintahan Jokowi. BKPM sendiri menargetkan pencapaian investasi tahun 2020 sebesar lebih dari Rp880 triliun atau sekitar 11% lebih tinggi dibanding 2019," ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/10/2020). ( Baca juga:Setahun Jokowi-Ma'ruf, Teguhkan Kembali Indonesia Sentris )
Menurutnya, economic slow down dirasakan sejumlah pengusaha di Indonesia terutama penurunan nilai ekspor. Hal ini bukan hanya soal insentif namun ada hal yang fundamental yang harus diperbaiki. Insentif akan sulit didapat jika regulasi belum mendukung.
Maming menjelaskan, Indonesia mempunyai pasar yang besar dalam ekspor. Maka dari itu, selain masalah perizinan dan insentif, maka pemanfaatan sumber daya yang ada juga perlu ditingkatkan.
Menurut Maming, langkah pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja , meski dikritik sejumlah kelompok, mulai dari aktivis lingkungan hingga serikat buruh, sudah berada di jalur yang benar untuk meningkatkan investasi.
"Ada kemajuan peningkatan dalam indeks kemudahan berusaha dalam lima tahun pemerintahan Jokowi. BKPM sendiri menargetkan pencapaian investasi tahun 2020 sebesar lebih dari Rp880 triliun atau sekitar 11% lebih tinggi dibanding 2019," ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/10/2020). ( Baca juga:Setahun Jokowi-Ma'ruf, Teguhkan Kembali Indonesia Sentris )
Menurutnya, economic slow down dirasakan sejumlah pengusaha di Indonesia terutama penurunan nilai ekspor. Hal ini bukan hanya soal insentif namun ada hal yang fundamental yang harus diperbaiki. Insentif akan sulit didapat jika regulasi belum mendukung.
Maming menjelaskan, Indonesia mempunyai pasar yang besar dalam ekspor. Maka dari itu, selain masalah perizinan dan insentif, maka pemanfaatan sumber daya yang ada juga perlu ditingkatkan.
Lihat Juga :