Bos OJK: Tanpa Digital Lembaga Jasa Keuangan Tak Mampu Bersaing

Kamis, 22 Oktober 2020 - 04:49 WIB
loading...
Bos OJK: Tanpa Digital...
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat digitalisasi di dalam Lembaga Jasa Keuangan (LJK) merupakan suatu keharusan. Bila tidak, maka LJK akan tak mampu bersaing di tingkat domestik maupun global.

Ketua OJK, Wimboh Santoso mengatakan, nasabah membutuhkan proses digitalisasi bagi setiap lembaga jasa keuangan. Hal itu untuk mempermudah setiap proses transaksi yang mereka lakukan.

Tanpa produk digital, LJK akan tetap menjadi konvensional, dan hal itu memungkinkan nasabah akan meninggalkan produk yang bersifat konvensional.

"Untuk itu, kenapa kami mendorong digitalisasi dengan kualitas lebih baik dan servis lebih cepat. Ini adalah motto kita," ujar Wimboh dalam Webinar, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

(Baca juga: Telkom Siapkan Duit Rp2 Miliar untuk Startup demi Genjot Ekonomi Digital )

Wimboh mencatat, setiap produk jasa keuangan saat ini harusnya sifatnya borderless. Dengan begitu, produk apa saja bisa ditawarkan kepada siapa saja dan di mana saja tanpa batas ada batasan geografis.

Sektor keuangan tidak akan optimal apabila ekosistemnya bukan berbasis digital. OJK akan terus mendorong ekosistem LJK agar berbasis layanan digital yang mumpuni.

Dukungan itu, bahkan tidak saja dilakukan bagi lembaga jasa keuangan, namun juga bagi pelaku UMKM Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang belum terjamah dengan teknologi.

"Kami ingin masyarakat menjadi ekosistem UMKM dan menjadi ekosistem mereka. Mereka harus paham tentang digital, apalagi dalam masa Covid-19 ini, kalau tidak paham digital, akan sulit akses produk keuangan," kata dia.

(Baca juga: Janji Pemerintah: Semua Desa Akan Dialiri Listrik dan Akses Internet )

Wimboh mencontohkan, untuk mengurusi pinjaman di LJK, nasabah dari UMKM harus tidak perlu datang ke kantor LJK. Mereka cukup mengaksesnya lewat teknologi seperti website atau platfrom digital yang disediakan.

Dia bilang, per April 2020 terdapat 3.000 UMKM yang terdampak Covid-19, sebanyak 56 persen penjualan UMKM menurun dan 22 persen UMKM mengalami masalah pembiayaan. Ini semua hanya bisa diselesaikan dengan melakukan restrukturisasi melalui digital.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
MNC Sekuritas Borong...
MNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2026
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Datangi Polda Metro,...
Datangi Polda Metro, Farhat Abbas Ingin Lihat Langsung Roy Suryo Pakai Rompi Tahanan
MotoGP Indonesia 2026...
MotoGP Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Mandalika Siap Sambut Sorotan Dunia
Berita Terkini
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Infografis
Analis: Israel Omong...
Analis: Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved