SDM Pertanian Ditingkatkan, Wali Kota Mataram Optimistis Kemiskinan Turun
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengapresiasi komitmen Wali Kota Mataram atas lahan pertanian abadi yang telah ditetapkan di wilayah yang dipimpinnya. Dia menyebut ada tiga faktor yang melesatkan peningkatan produktivitas pertanian. Pertama, sarana prasarana dan inovasi teknologi. "Sarana prasarana dan inovasi teknologi menopang kurang lebih 25% produktivitas pertanian," ungkapnya.
Kedua adalah komitmen pemerintah daerah melalui peraturan-peraturan pertanian. Bahkan, faktor kedua ini dapat berkontribusi sekitar 25% terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Namun, kata Dedi, ada faktor yang lebih besar untuk meningkatkan peoduktivitas pertanian. Hal itu tak lain adalah SDM pertanian. "Siapakah SDM pertanian, tidak lain tidak bukan adalah petani dan penyuluh. Maka, kostratani ini adalah upaya kami meningkatkan SDM petani dan penyuluh yang berorientasi pada tujuan pembangunan pertanian, yakni peningkatan peoduktivitas dalam rangka ketahanan pangan nasional," papar Dedi.
Dedi memaparkan, peran strategis Konstratani dalam pembangunan pertanian Indonesia. Menurut dia, pertanian identik dengan sawah, kebun, dan ladang yang berada di desa-desa. "Maka, kecamatan jadi sentra gerakan pembangunan pertanian," kata Dedi dalam paparan dan arahannya.
Penguatan pembangunan itu akan menyentuh dua hal, yakni fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik BPP Kostratani menyentuh pada sarana dan prasarana, termasuk penguatan sistem IT seperti komputer, modem dan jaringan internet. "Pada saat yang sama kita juga akan genjot pemberdayaan penyuluhnya. Kapasitasnya kita tingkatkan melalui berbagai macam pelatihan tematik pertanian," papar dia.
Sementara pemberdayaan petani juga akan dilakukan melalui berbagai macam pemberian ilmu pengetahuan holistik di sektor pertanian. Sementara untuk kapasitas petaninya, Kementan akan memberi pelatihan cara bercocok tanam yang baik, cara mengakses modal, dan cara mengolah hasil panen sehingga harganya bagus. “Itu yang akan kami genjot. Kami akan mempercepat proses pembangunan SDM pertanian melalui Kostrstani," tegasnya.
Kedua adalah komitmen pemerintah daerah melalui peraturan-peraturan pertanian. Bahkan, faktor kedua ini dapat berkontribusi sekitar 25% terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Namun, kata Dedi, ada faktor yang lebih besar untuk meningkatkan peoduktivitas pertanian. Hal itu tak lain adalah SDM pertanian. "Siapakah SDM pertanian, tidak lain tidak bukan adalah petani dan penyuluh. Maka, kostratani ini adalah upaya kami meningkatkan SDM petani dan penyuluh yang berorientasi pada tujuan pembangunan pertanian, yakni peningkatan peoduktivitas dalam rangka ketahanan pangan nasional," papar Dedi.
Dedi memaparkan, peran strategis Konstratani dalam pembangunan pertanian Indonesia. Menurut dia, pertanian identik dengan sawah, kebun, dan ladang yang berada di desa-desa. "Maka, kecamatan jadi sentra gerakan pembangunan pertanian," kata Dedi dalam paparan dan arahannya.
Penguatan pembangunan itu akan menyentuh dua hal, yakni fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik BPP Kostratani menyentuh pada sarana dan prasarana, termasuk penguatan sistem IT seperti komputer, modem dan jaringan internet. "Pada saat yang sama kita juga akan genjot pemberdayaan penyuluhnya. Kapasitasnya kita tingkatkan melalui berbagai macam pelatihan tematik pertanian," papar dia.
Sementara pemberdayaan petani juga akan dilakukan melalui berbagai macam pemberian ilmu pengetahuan holistik di sektor pertanian. Sementara untuk kapasitas petaninya, Kementan akan memberi pelatihan cara bercocok tanam yang baik, cara mengakses modal, dan cara mengolah hasil panen sehingga harganya bagus. “Itu yang akan kami genjot. Kami akan mempercepat proses pembangunan SDM pertanian melalui Kostrstani," tegasnya.
Lihat Juga :