Ada Merger, Pemegang Saham Minoritas BRIS Bisa Untung Bisa juga Buntung

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 09:19 WIB
loading...
A A A
Namun, karena pergerakan saham BRIS masih cukup fluktuatif saat ini, Hans menyebut bahwa ada peluang saham BRIS turun ke level 700-800 seiring dengan keluarnya struktur baru merger bank syariah BUMN.

"Dia kan tampaknya sudah keluar strukturnya. Kemudian kita lihat katanya yang engga setuju kan tender offer ya. Jadi sepertinya ditawarin di Rp700. Kalau kita lihat kan sekarang harga sahamnya 1.400. Ya jadi dia turun mungkin akan menuju level 700-800, tapi memang semua masih spekulasi ya. Masih proses dari otoritas," ujar Hans saat dihubungi, Kamis (22/10/2020).

Terkait harga wajar saham BRIS, Hans menyebut angkanya akan diketahui ketika struktur penawaran saham terbaru selesai dilakukan. Karena ada kemungkinan BRIS akan melakukan share swap saham atau penerbitan new equity seiring dengan proses berjalannya merger bank syariah BUMN.

"Karena struktur penawarannya kan harus jelas, share swap tampaknya. Tapi nampaknya new equity, karena kalau dia share swap doang pasti investor ritel tergerus turun," ucapnya.

Menurut Hans, setelah ada BRIS menerbitkan saham baru, kemudian bisa dilakukan penjumlahan asetnya dan ekuitas lalu dibagi dengan outsanding share baru. Setelah itu bisa dilihat kira-kira berapa harga sahamnya.

Pada penutupan perdagangan kemarin (22/10) saham BRIS ditutup turun Rp95 atau 6,81% ke Rp1.300 dengan harga pembukaan pada angka Rp1.395. Adapun PER (price earning ratio) BRIS di angka 53,89 dengan market cap Rp12,63 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
MJM 2026 Jadi Gelaran...
MJM 2026 Jadi Gelaran Terbesar dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta
Bank Mandiri Salurkan...
Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
Ekonomi Indonesia Solid,...
Ekonomi Indonesia Solid, Bank Mandiri Nilai Sinergi Kebijakan Topang Prospek Pertumbuhan
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved