Masuk 20 Besar Negara Penerima Investasi Asing, RI Tetap Seksi di Mata Investor

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 21:26 WIB
loading...
Masuk 20 Besar Negara...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Salah satu alasan pemerintah dan DPR RI mengesahkan Undang Undang (UU) Cipta Kerja adalah demi menarik dan mempermudah investor asing datang ke Tanah Air. Selama ini, ada anggapan bahwa pemodal asing sulit masuk ke Indonesia.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan bahwa sebenarnya jumlah investor asing yang masuk ke Indonesia masih besar.

Berdasarkan data PBB dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), menunjukkan bahwa laporan 2020 Indonesia masuk 20 besar sebagai penerima investasi asing.

(Baca juga: Mantap! Realisasi Investasi Triwulan III Tembus Rp209 triliun )

"Dalam daftar 20 ini Vietnam, Malaysia, Filipina dan Thailand tidak ada. Hanya ada Indonesia dan Singapura. Jadi, tidak benar kalau investor asing susah masuk ke kita," katanya dalam diskusi secara virtual, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, lanjut Faisal, sebenarnya para investor akan terus menambahkan investasinya di Indonesia. Hal tersebut dia ketahui berdasarkan survey yang dilakukan Economist Intelligence Unit kepada pengusaha atau investor. "Bahwa sebanyak 48 persen dari keseluruhan survey, mereka (pengusaha) akan menambah investasinya di Indonesia," ujarnya.

Dia menilai, presiden Joko Widodo termakan isu yang disampaikan orang-orang di sekitarnya. Dia berpendapat omnibus law UU Cipta Kerja ini dibuat demi kepentingan segelintir orang.

(Baca juga: Relawan Jokowi: Menteri yang Orientasinya 2024 Sebaiknya Dicopot )

"Presiden Jokowi termakan isu dari sekelilingnya, sehingga apapun yang menjadi penghambat investasi dilibas, padahal belum tentu benar," cetusnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Rekomendasi
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Berita Terkini
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved